Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyayangkan larangan beroperasinya ojek lewat aplikasi online. Dia juga mengaku pernah menggunakan jasa transportasi tersebut."Ya pernah lah," kata Pramono di Istana, Jakarta, Jumat (18/12).Pramono tidak menjelaskan secara detail di mana dirinya menggunakan jasa ojek online. Yang jelas, kata dia, bukan di lingkungan Istana."Nanti Go-Jeknya dihadang," ucapnya.Lebih lanjut, Pramono menjelaskan, Presiden Jokowi berkali-kali menyampaikan agar pemberdayaan ekonomi kreatif terus didukung, termasuk ojek berbasis aplikasi online."Itu bukan dihalang-halangi, tapi diberikan dukungan. Tadi pagi kita semua pembantu presiden di lingkaran Istana langsung berkomunikasi dan kita merasa bahwa Go-Jek ini harus diberikan apresiasi kemudahan," jelas Pramono."Jangan malah dilarang. Presiden sudah komunikasikan hal ini pada Menhub dan minta segera diubah larangan tersebut. Karena ini kewenangan domainnya ada di tingkat menteri ya, tingkat dirjen perhubungan darat. Tapi seyogianya karena ini, orang yang menggunakan sangat besar, lebih dari 200 ribu, kami keluarga saya juga termasuk pengguna Go-Jek, jadi kita langsung merespons itu," tutupnya.
Seskab Pramono Anung akui keluarganya juga pengguna ojek online
"Presiden sudah komunikasikan hal ini pada Menhub dan minta segera diubah larangan tersebut."
Rekomendasi