Selalu ada upacara dan keriyaan di Sekolah yang didirikan dua Guru Kembar, Rossy dan Rian setiap 17 Agustus. Sekolah gratis yang semua muridnya adalah anak-anak prasejahtera ini terlibat dalam serangkaian acara yang digelar sepanjang hari di sekolah.
"Ini adalah bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan. Sebagai anak bangsa harus upacara, cinta NKRI dan mengamalkan Pancasila," ungkap salah satu pendiri Sekolah Darurat Kartini Kolong Tol Ancol, Sri Rosyati, atau yang biasa dipanggil Rossy dalam rilis yang diterima merdeka.com, Minggu (18/8).
Meski sekolahnya di pinggiran kolong tol dan rek kereta api, namun pendidikan karakter menjadi yang utama. Ibu Guru Kembar Rossy dan Rian sangat menyayangkan dan kecewa jika ada sekolah dengan gedung-gedung mewah memilih meliburkan siswanya daripada upacara 17 Agustus.
Tidak hanya murid, para orang tuanya juga melakukan kegiatan yang sama. Selesai upacara berbagai lomba digelar di sekolah.
Advertisement
Antusiasme anak-anak begitu terasa, dengan seragam merah putih, semuanya sukacita merayakan hari kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia.
Tumpeng merah putih berjumlah 17 adalah karya siswa dan wali murid, selain dilombakan. Diakhir acara semua makan bersama.