Sejarah candu dan peredarannya di Indonesia

Reporter : Mustiana Lestari | Sabtu, 2 Februari 2013 14:21




Sejarah candu dan peredarannya di Indonesia
Daun Ganja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Narkoba dari masa ke masa semakin berkembang. Termasuk salah satu jenis narkoba baru, yakni zat methylenedioxymethylchatinone (MDMA) yang dikonsumsi oleh artis Raffi Ahmad.

Namun, tahukan Anda zat adiktif pertama yang menjadi induk dari narkoba seperti morfin, sabu dan kokain?

Induk dari turunan narkoba tak lain adalah opium atau candu. Dari berbagai sumber disebutkan Opium telah lahir dan dipakai sejak ribuan tahun lalu.

Seperti dikutip dari Opium Throughout History, di zaman neolitikum bibit opium banyak ditemukan di dekat tempat pembakaran mayat dan juga dikenal sebagai tanaman obat di Afganistan. Opium diketahui banyak tersebar di Afghanistan, Pakistan, India Selatan dan Myanmar.

Pertanian opium juga diketahui mulai digarap di Mesopotamia tahun 4200 sebelum masehi. Meski pada awalnya digunakan sebagai obat penghilang sakit saat operasi kedokteran dan lainnya, semakin lama, opium menjadi sumber masalah karena zat adiktifnya dan penyalahgunaannya.

Sebut saja seperti peristiwa perang candu antara Inggris dan China pada tahun 1729, yang saat itu menyebabkan 25 persen pemuda di China mabuk diracuni Inggris lewat propaganda Candu.

Lalu bagaimana perkembangan tanaman ini di Indonesia, apalagi setelah India mampu menjual opium dengan mengubahnya menjadi sabu, kokain dan morfin, Penjualan opium menjadi semakin pesat? Di Indonesia opium mulai masuk pada zaman penjajahan Belanda yakni tahun 1980-an. Saat itu para penjajah mendapatkan opium ini dari India kemudian dijual ke masyarakat luas.

Ada dua cara penjualan opium saat itu melalui pelelangan negara dan penjualan kepada bandar-bandar yang tersebar di Indonesia. Saat itu, tingginya harga opium mengakibatkan banyak opium yang diselundupkan.

Beruntung, pengaruh negatif opium bisa segera disadari pemerintah Belanda. Dalam sumber lainnya di javaaction.org disebutkan pada tahun 1900-an, pemerintah Belanda mulai melarang rakyat Indonesia dan warganya untuk mengonsumsi opium.

Namun tetap saja penjualan opium oleh negara dan pemilik tanah kepada para bandar masih dilakukan mengingat besarnya nilai jual opium.

Memasuki abad millenium, perang terhadap opium dan narkoba sejenisnya mulai digalakan. Ini terealisasi dengan dibentuknya Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berkomitmen mencegah meluasnya narkoba hingga memenuhi target Indonesia bebas narkoba di tahun 2015.

[dan]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Raffi Ahmad Narkoba

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Valdes dikaitkan Liverpool, Van Gaal berang
  • Exco PSSI: Ada mafia judi bola di Indonesia
  • Maut mengintai di balik pesona Danau Kivu, Afrika
  • Kemenkominfo percepat hadirnya layanan seluler 4G FDD-LTE
  • Jelang tahun baru, polisi syariat tertibkan pengemis di Aceh
  • Faisal Basri Cs diragukan mampu berantas mafia migas
  • Dubes Moazzam sebut toleransi warga Inggris bagi Muslim baik
  • Yuk, coba detox bath untuk segarkan tubuh dan pikiran yang lelah
  • Dwi Estiningsih, penyebar isu larangan jilbab adalah kader PKS
  • Loyalis berang ketika kubu Jokowi usik SBY
  • SHOW MORE