Sebelum terseret arus banjir saat selfie, 3 bocah SMP tenggak ciu

Saat dimintai keterangan, keluar bau dan aroma miras jenis ciu dari mulut Rohul.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Sebelum terseret arus banjir saat selfie, 3 bocah SMP tenggak ciu
Bocah terseret arus banjir bandang di Semarang. ©2016 merdeka.com/parwito

Tim SAR hingga kini masih mencari keberadaan tiga dari enam bocah yang terseret arus banjir bandang di bawah Jembatan Wisata Kebun Binatang Tinjomoyo, Kota Semarang. Keenamnya terbawa arus saat asik berselfie di lokasi.

Namun, dari tiga bocah yang berhasil diselamatkan yakni, Maya Anjarani (15) warga Ngaglih Lor RT 1/6, Semarang Barat, Rohul (14) warga Cemororejo Nomor 7 dan Nur Wahidah Putri (15) pelajar MTS Al Qoiriyah Bulu, Semarang didapati keterangan jika sebelum musibah itu terjadi, mereka usai menenggak minuman keras jenis ciu.

Diduga karena dalam kondisi agak pusing itulah, keenam siswa dua MTS Al Qoiriyah Bulu Selatan dan MTS Tawang, Semarang Utara tersebut tak sadar datangnya air bah akibat hujan deras di Kawasan Pudak Payung, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

"Saya bukan yang membawa Ciu. Yang membawa dan membeli Bagas (korban hilang). Bukan saya. Saya kesini cuman diajak sama anak-anak perempuan tadi," kilah Rohul saksi selamat kepada merdeka.com.

Terungkapnya keenam siswa SMP itu menenggak Ciu karena usai diselamatkan oleh warga dan dimintai keterangan oleh petugas BPBD Kota Semarang. Saat itulah, keluar bau dan aroma miras jenis ciu saat Rohul memberikan keterangan kepada petugas.

Kemudian, melihat pengakuan Rohul, ayah dari salah seorang tiga korban yang hilang lalu emosi. Bahkan, pria yang dengan emosi memarahi Rohul di warung, tempat ketiga korban selamat di tenangkan usai kejadian hampir memukuli Rohul.

"Kamu ya yang membuat anak saya jadi tenggelam! Kamu ya yang buat anak saya hilang. Saya nggak terima perlakuan kamu. Akan saya laporkan kamu ke polisi!" ungkap ayah salah satu korban.

Alhasil, Rohul kini dilanda ketakutan lantaran dituduh ayah salah seorang korban menyebabkan terjadinya musibah terseret dan hilangnya tiga orang pelajar SMP saat berselfi ria di bawah Jembatan Wisata Kebun Binatang Tinjomoyo, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Bukan saya yang bawa ciu. Saya kok dituduh yang menyebabkan mereka hilang tenggelam. Saya kesini kan diajak mereka," teriak Rohul histeris sambil menangis ketakutan.

Sebelumnya, berniat untuk selfie di bawah Jembatan Kebun Binatang Wisata Tinjomoyo, Jawa Tengah Rabu (3/3) sekitar pukul 14.30 WIB, enam pelajar SLTP terseret arus banjir bandang di banjir Kanal Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ke-enam pelajar yang terseret itu adalah; Johan Bagas Satria (16) pelajar MTS Al-Qoiriyah Bulu warga Mayaran, Iis (14) pelajar MTS Tawang, Yuliana (15) pelajar MTS Tawang, Maya Anjarani (15) warga Ngaglih Lor RT 1/6, Semarang Barat, Rohul (14) warga Cemororejo Nomor 7 dan Nur Wahidah Putri (15) pelajar MTS Al Qoiriyah Bulu, Semarang.

Dari ke enam bocah yang terserat arus banjir bandang tersebut, tiga di antaranya berhasil selamat yakni Rahul, Nur Wahidah dan Maya sedang dan tiga hingga saat ini belum ditemukan.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com di sekitar tempat kejadian, saat itu enam bocah korban yang terdiri dari dua rombongan usai mengikuti ujian di sekolah masing-masing berjanjian untuk bertemu. Semula pertemuan akan dilakukan di Lapangan Garninsun, Kalisari, Kota Semarang. Namun rencana berganti dan inisiatif beberapa anak perempuan mereka berpindah tempat ke Jembatan Kebun Binatang Tinjomoyo yang ada di perbatasan Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

"Habis pulang sekolah habis ujian, pulang awal mau main. Pertama janjian di Lapangan Garnisun Kalisari. Yang ngajak main saya, tapi yang ngajak ke sini bukan saya. Habis itu foto-foto. Habis itu di situ," ungkap korban selamat Rahul saat ditemui merdeka.com di sebuah warung dekat jembatan, Kamis (3/3) sore ini.

Rahul kemudian diajak oleh Bagas dan bocah perempuan lainnya untuk berselfi di bawah jembatan. Akhirnya, mereka turun ke bawah jembatan. Kondisi saat itu cuacanya hujan gerimis turun. Namun, tiba-tiba arus banjir bandang datang secara tiba-tiba. Hingga akhirnya ke enam bocah terseret arus banjir.

Rekomendasi