Ada yang unik saat memberikan kesaksian pamungkas dari Dewa Ketut Raka, Satpam di rumah Margriet jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar Selatan. Dewa membeberkan cerita anggota polisi yang sempat panggil arwah Engeline."Polisi itu memang namanya Budi Dukun, karena saat kenalan sebut namanya demikian," kata Dewa di Denpasar, Selasa (17/11).Dewa menuturkan, anehnya dari cerita polisi itu, usai menanyakan soal pemanggilan arwah Engeline, justru tercium bau busuk di areal rumah.
"Sewaktu anggota polisi itu cerita soal pemanggilan arwah Engeline tiba-tiba tercium bau busuk. Padahal sebelumnya tidak ada bau busuk. Hanya bau kotoran hewan, tetapi saat itu baunya seperti bau bangkai," ujar Dewa.Bahkan dirinya sempat penasaran untuk mencari bangkai hewan yang mati, tetapi tidak ditemukan ada bangkai hewan. "Pak Budi yakin saat itu Engeline sudah mati," imbuhnya.Lanjut dia, Budi Dukun merupakan anggota yang sempat bertugas di rumah Margriet pasca dikabarkannya Engeline hilang. "Waktu itu ada petugas polisi namanya Budi Dukun, dia juga jaga di sana (rumah Margriet)," kata Dewa Ketut Raka saat memberi kesaksian.Saat Margriet pergi ke luar rumah, Dewa dan Budi Dukun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Mereka mencari ke arah sesuai yang disampaikan oleh arwah Engeline. "Saya diajak nyari ke dalam. Saya duduk di dekat lubang kubur Engeline," ucapnya.Saat itu, Budi Dukun bertanya kepada dirinya apakah dia mencium bau busuk menyengat. "Dia tanya, 'Pak Dewa, saya cium bau busuk tiga kali'. Saya jawab 'saya belum cium'," tutur Dewa.Tak lama setelah itu, Dewa kemudian mencium bau busuk yang sama. "Saat angin berembus, saya mencium bau busuk juga. Tapi lama-lama hilang baunya," jelasnya.Dewa mengaku tak curiga dengan keberadaan gundukan sampah yang belakangan diketahui di sanalah jasad Engeline dikubur. "Sejak saya bekerja lubang itu sudah ada. Tapi saya tidak curiga karena tetap bentuknya seperti lubang. Ada sampah di atasnya. Kalau lubang itu tertutup, baru saya curiga," kata dia.Sejak awal bekerja di sana, Dewa mengaku curiga dengan keadaan sekitar. Pasalnya, dia tak pernah diizinkan untuk masuk ke dalam rumah majikannya. "Perasaan saya Engeline ada di dalam. Ada rahasia besar di dalam. Saya sempat mencari-cari waktu tidak ada Margriet. Saya bersama polisi waktu itu," tutup Dewa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6493853/original/027993500_1779351241-satpam-margriet-cerita-polisi-sempat-panggil-arwah-engeline-rev-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375540/original/036698200_1792154265-tragedi-karhutla-bromo-korban-tewas-bertambah-jadi-4-orang-satu-lagi-petugas-tnb-csivteab.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375589/original/046837500_1792162667-IMG_20261016_192527.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375555/original/067354000_1792157056-1274463.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375556/original/048485500_1792157363-86a7330b-727c-4ef6-9f6a-6d81fc9e3b6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2965309/original/097420700_1573551048-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375611/original/049342200_1792170886-IMG_5132.jpg)