Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan Rp 1 miliar kepada korban bencana longsor Kupang, melalui Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (1/5). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, bantuan itu merupakan amanat rakyat Jawa Barat.
"Saya menitipkan amanat dari rakyat Jawa Barat. Mudah-mudahan bisa meringankan," kata Ridwan Kamil.
Dalam kunjungannya itu, dia mendatangi posko pengungsi di Kampung Amanuban, Kelurahan/Kecamatan Oebofu, Kota Kupang. Di sana, dia berinteraksi dengan masyarakat terdampak bencana alam. Tak hanya berbincang dengan masyarakat, Ridwan Kamil juga mengajak anak-anak bernyanyi 'Halo-Halo Bandung'.
"Mudah-mudahan ini menjadi semangat sila ketiga kita: Persatuan Indonesia. Kalau warga NTT bahagia, kami bahagia. Warga NTT lagi susah, kami juga ikut susah," kata dia.
Ketua Pengungsi Posko Satu Korban Longsor NTT Yuliana mengucapkan terima kasih kepada Pemda Provinsi Jabar serta Gubernur Kang Emil karena peduli kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana.
"Terima kasih. Saya sangat terharu, (Ridwan Kamil) datang jauh jauh menyempatkan mengunjungi kami. Terima kasih atas dukungannya," kata Yuliana.
Advertisement
Bicara Soal Peluang Dua Periode dan Ikut Pilpres
Dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur, Ridwan Kamil selain mendatangi posko pengungsi, ia mendatangi beberapa acara. Salah satunya menghadiri pertemuan dengan MUI NTT di Masjid Raya Nurussa'adah di Kota Kupang. Ia memaparkan sejumlah program keumatan.
Celetukan pun terdengar memintanya untuk maju dalam kontestasi politik Pilpres 2024. Usai acara, saat ditanya mengenai pesan tersebut, Ridwan Kamil menegaskan masih fokus sebagai Gubernur Jawa Barat. Masih banyak program pembangunan dan janji kampanye yang ingin ia realisasikan.
"(Maju di Pilpres) Itu pertanyaan yang tidak bisa dihindari ya karena selalu dihubung-hubungkan. Yang pertama saya fokus di Jawa Barat. Yang pasti di Jabar dua periode itu lebih realistis lah," kata dia.
"Tapi urusan 2024 kita lihat menjelang-menjelang, karena seringkali kalau sekarang, dibandingkan dengan (kandidat) lain-lain, kalau (kandidat) lain-lainnya bergabung, kan ngitungnya jadi beda lagi. Makanya masih agak jauh kalau menghitung 2024," ia melanjutkan.
"Tapi kalau ada doa-doa seperti itu, masa tidak diaminkan ya. Saya ucapkan terima kasih dan amin," kata pria yang akrab disapa Emil ini.