Saat Waseso mengenang jadi pengojek & sopir taksi agar dapur ngebul

Selama menjadi pengojek, Waseso juga menjadi salah satu tenaga pengajar. Waseso juga pernah mencicipi kehidupan sebagai seorang sopir taksi. Ia melakoni semuanya agar dapur rumahnya tetap ngebul.

Nurul Afrida
Oleh Nurul Afrida - Reporter
Saat Waseso mengenang jadi pengojek & sopir taksi agar dapur ngebul
pemusnahan narkoba di monas. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mempersilakan siapa saja untuk menjadi anggota BNN. Asal mempunyai integritas dan memegang komitmen.Bahkan, Waseso mengungkapkan jika ia mantan tukang ojek yang berhasil menjadi Kepala BNN."Ini kalau saya melihat, dalam tugas-tugas negara tidak usah kita lihat dia dari mana? Yang penting integritas dia komitmen dia terhadap tugas itu. Saya bilang BNN tidak harus diisi oleh polisi tentara atau aparat apapun masyarakat biasa pun juga bisa kok penting dia punya komitmen yang kuat," ujar Waseso di kediamannya kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (26/8)."Saya mantan tukang ojek bisa jadi kepala BNN, waktu pangkat saya kapten, jadi tukang ojek dan di sini tempatnya. Istri saya saksi hidupnya dan vespa saksi bisunya, pulang kerja nyambi jadi tukang ojek, mangkalnya di pasar induk," kenangnya.Selama menjadi pengojek, Waseso juga menjadi salah satu tenaga pengajar. Waseso juga pernah mencicipi kehidupan sebagai seorang sopir taksi. Ia melakoni semuanya agar dapur rumahnya tetap ngebul."Saya kan waktu itu di dirdik ngajar dosen kalau sudah selesai mata pelajaran, setelah itu baru dibayar ya kan. Kebetulan punya anak satu ya akhirnya satu satunya yang bisa saya lakukan itu jadi tukang ojek," tambahnya."Enggak apa-apa tukang ojek, bisa jadi kepala BNN nyatanya," tandasnya.

Rekomendasi