Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini mendatangi rumah mewah nomor 50-52 di Jalan Sidorame, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/3). Kedatangan anggota lembaga antirasuah di rumah diketahui milik pengusaha besi tua, H Chodin, diduga berkaitan dengan kasus menjerat Ketua DPRD Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron.
Hal ini dibenarkan kuasa hukum pemilik rumah, Muhammad Mujahin. Hanya saja, Mujahin berkelit kalau pemilik rumah bernama Abdurahman, bukan H Chodin. Mujahin mengatakan pemilik rumah bukan saudara dari Fuad Amin. Padahal ketika ditanya pertama kali dia sempat mengucap nama pemilik rumah adalah Chodin. Tapi sebelum dia menyebut nama Abdurahman, salah satu penjaga rumah sempat meminta dia menyamarkan nama.
"Ini rumah Pak Abdurahman. Beliau tidak ada hubungan keluarga, maupun saudara dengan Fuad Amin. Hanya saja Pak Abdurahman sempat menjadi santrinya Fuad Amin," kata Mujahin.
Menurut Mujahin, kedatangan anggota lembaga antirasuah ke rumah klien-nya itu hanya buat klarifikasi kesaksian Fuad Amin ke KPK. Sebab menurut dia Fuad mengatakan pernah menitipkan barang kepada Chodin alias Abdurahman.
"KPK ke sini tidak melakukan apa-apa hanya mengklarifikasi saja. Waktu lalu, Fuad Amin mengatakan pernah menitipkan barang ke sini, tapi tidak ada. Hanya satu saja yang dititipkan, yaitu rumah di Dian Istana, Surabaya. Jadi ini hanya klarifikasi saja, klien " ujar Mujahin berdalih.
Dari pantauan merdeka.com di lapangan, Kamis (19/3), anggota KPK saat ini masih berada di dalam rumah mewah itu. Mereka datang dengan empat unit mobil dikawal anggota kepolisian dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
"Mereka datang sekitar pukul 15.00 WIB tadi. Sampai saat ini masih ada di dalam rumah, enggak tahu masalahnya apa," kata seorang warga sekitar mengaku bernama Ahmad.
Sementara beberapa orang penjaga rumah terlihat berdiri di depan rumah bersama dengan beberapa anggota polisi. Personel polisi yang ikut mengamankan lokasi, beberapa di antaranya berseragam lengkap dengan senjata laras panjang. Sebagian lagi membantu mengatur jalanan yang terlihat makin padat. Sebab kehadiran anggota polisi bersenapan membetot perhatian warga setempat maupun para pelintas.
"Kita enggak tahu masalahnya apa. Kita hanya diminta membantu soal keamanan saja. Katanya ada pemeriksaan KPK di sini, itu saja informasinya," kata salah satu anggota polisi di lapangan.
Sementara warga sekitar juga terlihat berjubel. Mereka bergerombol di tepi jalan dengan maksud ingin menyaksikan kejadian itu.
"Itu rumahnya Haji Chodin, pengusaha besi tua. Saya ndak tahu ada apa, tiba-tiba ada mobil polisi banyak di sini. Ada yang bawa senjata," kata warga lain dengan logat Madura.