Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ricuh Suporter PSIS Vs Persis, Polisi Sebut Gas Air Mata di Luar Stadion Dibolehkan

Ricuh Suporter PSIS Vs Persis, Polisi Sebut Gas Air Mata di Luar Stadion Dibolehkan Kericuhan Suporter PSIS vs Persis Solo. Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Polisi kembali memberikan pernyataan terkait Kericuhan Suporter Laga PSIS Semarang dan Persis Solo. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, penggunaan gas air mata untuk membubarkan suporter diperbolehkan asal dilakukan di luar stadion.

Diketahui, polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan rusuh suporter saat pertandingan lanjutan sepak bola BRI Liga 1 antara PSIS Semarang melawan Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya, terjadi kericuhan di luar stadion.

"Kalau di luar stadion boleh. Kalau di dalam stadion melanggar Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga dan statuta FIFA, itu tidak boleh," kata Dedi saat ditemui di GBK, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dedi menegaskan, luar stadion merupakan tanggung jawab kepolisian untuk mengambil tindakan tegas. Namun, di dalam stadion, merupakan tanggung jawab penyelenggara.

"Di luar stadion itu menjadi tanggung jawab polisi. Kalau di luar stadion itu Perpol 10 dan Statuta FIFA, itu menjadi tanggung jawab penyelenggara, manajemen keamanan, serta ofisial," tambahnya.

Sebelumnya, ricuh antara pendukung PSIS Semarang dengan personel kepolisian terjadi di depan Stadion Jatidiri Semarang saat laga melawan Persis Solo.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menjelaskan kronologi kericuhan tersebut. Irwan mengatakan, sebelum pertandingan dilaksanakan technical meeting yang memutuskan bahwa laga PSIS melawan Persis dilaksanakan tanpa adanya penonton.

"Pertimbangannya, dari sisi security access, keamanan, kita punya sejarah dengan Solo. Pada saat pertandingan Solo kemarin itu suporter Semarang mengalami penyerangan ketika kembali dari pertandingan. Nah peristiwa ini kemudian menjadi pemicu suara-suara di kalangan suporter Semarang akan melakukan balasan ketika suporter Solo menuju Semarang," kata Irwan kepada wartawan, Jumat (17/2).

Menurut Irwan, beberapa pertimbangan lain melihat momen pertandingan yang sempat diadakan dengan suporter. Namun massa dari Solo kemudian diketahui berangkat menggunakan sepeda motor.

"Selanjutnya pertimbangan lain adalah saat pertandingan Semarang melawan Persib Bandung itu pintu stadion ini dibobol oleh adik-adik yang ada di suporter Kota Semarang. Nah kembali peristiwa hari ini tadi sebagaimana teman-teman tahu ada desakan keinginan yang dilakukan oleh penonton dari Semarang ingin menyaksikan secara langsung, namun kita sudah sampaikan bahwa pertandingan ini tanpa penonton," ujar dia.

Irwan memastikan, suporter yang berupaya masuk tidak satu pun yang memiliki tiket. Suporter yang merangsek masuk tanpa tiket itu menjadi pertimbangan polisi dilakukan penyekatan agar massa tidak masuk ke areal lapangan.

"Nah peristiwa tadi itu setelah ada dorongan massa, itu peristiwanya di luar stadion ya, bahkan luar stadion. Massa kemudian mencoba masuk ke dalam stadion tanpa tiket. Beberapa pertimbangan dan apa akibatnya kalau ini memaksa masuk penonton. Namun apa yang disampaikan terabaikan dari adik-adik suporter," ujar dia.

Irwan menegaskan bahwa penggunaan gas air mata tidak terelakkan. Polisi telah berupaya berbagai pendekatan hingga akhirnya mengambil langkah terakhir.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP