Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan bus kota & angkot di Semarang mogok tuntut subsidi BBM

Ratusan bus kota & angkot di Semarang mogok tuntut subsidi BBM angkot demo mogok operasi. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Puluhan angkot jurusan Kabupaten Kendal-Semarang berhenti beroperasi pada hari ini, Rabu (19/11). Aksi mogok massal ini untuk mendesak pemerintah memberikan subsidi pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak kemarin.

Seperti diketahui, pemerintahan Jokowi-JK telah menaikkan harga premium menjadi Rp 8.500 dan solar menjadi Rp 7.500 per liter.

Ketua Serikat Buruh Transportasi Jateng Erwin Pasulley, menegaskan, sesuai kesepakatan rekan-rekan pengusaha angkutan umum di Kendal, maka hari ini semua bus kota dan angkot dari arah Kendal tidak beroperasi sehari penuh. "Kami stop beroperasi terhitung sejak pagi tadi hingga sore nanti," tegas Erwin, kepada merdeka.com, di Semarang Jawa Tengah.

Erwin menjelaskan, aksi mogok massal ini dilakukan semua sopir angkot dan bus kota dari arah Kendal menuju Mangkang dan Krapyak Kota Semarang. Menurutnya, saat ini ada 60 angkot jurusan Kendal-Mangkang tidak beroperasi. Sementara, aksi serupa juga dilakukan 150 bus kota jurusan Kendal-Semarang serta 148 bus dari arah Curug Sewu.

"Makanya, semua penumpang bus menuju Mangkang kini diangkut memakai bus milik Pemda setempat. Karena angkot-angkot kita suruh balik semua ke Kendal" urainya.

Kendati demikian, aksi mogok massal ini belum diberlakukan menyeluruh ke Semarang. Sebab, para pengusaha angkutan darat di Ibu Kota Jateng belum sepakat dengan aksi tersebut.

Erwin mendesak, kepada pemerintah pusat untuk mencairkan subsidi bagi angkutan umum pasca-kenaikan harga BBM. Apabila tuntutan ini tidak digubris, mereka mengancam akan menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah pada 24 November 2014.

"Kami menuntut janji Kementerian ESDM yang akan mencairkan subsidi bagi angkutan umum direalisasikan, mengingat konsumsi solar bagi bus kota kini mencapai 40 liter sehari. Kalau diberi subsidi 20 liter kan lumayan," ucap Erwin.

Di lain pihak, Ketua DPD Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Jawa Tengah, Karsidi Anggoro Budi menyebut aksi mogok massal ini merupakan instruksi langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Organda. Anggoro menyerahkan penuh aksi mogok massal kepada setiap pengusaha angkutan darat di tiap daerah khususnya Semarang.

"Itu keputusan Mukernas Organda, Senin (17/11) kemarin. Tapi mekanismenya diserahkan ke daerah masing-masing," tandas Anggoro.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP