Sejumlah pelajar SMK 34 Jakarta memalak kondektur bus Kopaja 20 jurusan Senen-Lebak Bulus di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. Kondektur berinisial S mengatakan puluhan pelajar naik dari jembatan Kuningan ingin menumpang ke Pasar Festival."Anak pelajar mau numpang tapi ingin naik ke atas bus. Namun waktu di dalam malak minta 20 ribu. Saya bilang enggak ada," katanya di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/8).Namun ia tak memberikan sejumlah uangnya kepada para puluhan pelajar yang membawa alat pemukul (gesper) itu. Oleh sebab itu, ia terkena pukulan oleh puluhan pelajar hingga babak belur."Waktu ribut turun semua pelajar pecahin kaca depan karena saya enggak kasih uang," ujar dia.Sementara warga dan polisi berhasil menangkap salah satu pelajar itu. Pelajar itu berinisial AR langsung dibawa ke halaman parkir KPK untuk diminta keterangan."Sumpah saya nggak pecahin kaca dan pukul kernet pak," kata AR sambil menangis.AR warga Manggarai ini diminta untuk menghubungi orangtuanya. Namun saat mengeluarkan handphone, ia tak mau menghubungi kedua orangtuanya."Nggak mau pak (Polisi) nanti saya di apa-apain," ujar dia sambil menutup wajahnya dengan jaket.Pantauan merdeka.com di lokasi, puluhan pelajar melarikan diri ke arah Imperium, Manggarai. Sedangkan bus Kopaja mengalami kerusakan kaca depan akibat lemparan batu. Kejadian sekitar pukul 14.30 Wib.Hingga saat ini pelaku dan korban dibawa ke Polsek Setia Budi dengan menaiki mobil patroli polisi. Sedangkan bus Kopaja yang mengalami kerusakan untuk menjadi alat bukti.
Puluhan pelajar palak kondektur dan pecahkan kaca Kopaja depan KPK
"Sumpah saya nggak pecahin kaca dan pukul kernet pak," kata pelajar AR sambil menangis.
Rekomendasi