Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (29/7) malam. Presiden meminta pelaku yang berbuat anarkis ditindak tegas.
"Pemerintah menindak tegas semua yang bertindak anarkis, main hakim sendiri karena masalah SARA adalah harus betul betul kita tiadakan," ungkap Presiden usai meresmikan Pameran Seni Rupa Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur NO. 14, Jakarta Pusat, Senin (1/8).
Konflik horizontal yang berujung perusakan vihara dan klenteng serta sejumlah kendaraan di kota Tangjungbalai sangat disesalkan. Pemerintah berjanji meminimalisir konflik serupa. "Mudah mudahan udah enggak ada lagi," ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, untuk meminimalisir konflik antar warga, petugas keamanan dan tokoh agama harus menumbuhkan toleransi antar umat beragama. "Semua harus belajar bahwa semua harus mengayomi mayoritas, mengayomi minoritas, sebaliknya saling toleransi," tandasnya.
Kerusuhan di Tanjungbalai, Sumut terjadi akibat massa mengamuk, membakar serta merusak sejumlah vihara dan klenteng dan sejumlah kendaraan di kota itu, Jumat (29/7) sekitar pukul 23.30 WIB. Aksi massa dipicu protes seorang warga terhadap azan masjid di Jalan Karya,
Tanjung Balai. Hingga saat ini, pihak kepolisian sudah menetapkan tujuh orang tersangka pencurian dalam kerusuhan Tanjungbalai. Pelaku melancarkan aksinya saat warga terlibat saling bertikai.
Penetapan tujuh tersangka ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap sembilan orang yang berhasil ditangkap. Berdasarkan rekaman CCTV, dua di antaranya terlihat melakukan aksi kekerasan sementara tujuh lainnya menjarah barang milik warga.