Prediksi Masih Pandemi, Pemkab Bogor Tambah Rp105 Miliar Belanja Tak Terduga 2022

Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menganggarkan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp105 miliar untuk 2022, sebagai langkah awal, jika pandemi Covid-19 masih terjadi.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Prediksi Masih Pandemi, Pemkab Bogor Tambah Rp105 Miliar Belanja Tak Terduga 2022
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. ©2020 Merdeka.com

Pemerintah Kabupaten Bogor berencana menganggarkan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp105 miliar untuk 2022, sebagai langkah awal, jika pandemi Covid-19 masih terjadi.

"Ya mudah-mudah pandemi berakhir. Jadi BTT bisa kita alokasikan untuk sektor lain. Seperti pemulihan ekonomi," kata Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Rabu (1/9).

Alokasi BTT tersebut telah tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2022. Menurut Iwan, alokasi BTT tahun 2022, naik 5 persen dibanding BTT tahun 2021.

Selain itu, Pemkab Bogor pun mengusulkan kepada Badan Anggaran DPRD, mengenai alokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi sekitar Rp520 miliar atau 7,55 persen dari alokasi belanja daerah.

"Untuk sektor pemulihan ekonomi sebesar Rp520 miliar atau 7,55 persen dari APBD," lanjut Iwan.

Dia menjelaskan, dari alokasi anggaran pemulihan ekonomi tersebut, sekitar Rp392 miliar di antaranya tercantum dalam program Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Di samping keperluan sarana prasarana, fasilitas perizinan usaha mikro, hingga penyediaan sarana distribusi perdagangan.

Secara keseluruhan, pada nota kesepakatan KUA-PPAS tahun 2022 ditetapkan bahwa anggaran belanja Kabupaten Bogor sekitar Rp6,9 triliun. Selain untuk sektor pemulihan ekonomi, rincian lainnya yaitu untuk belanja operasional dan modal Rp5,8 triliun.

Kemudian, belanja sektor pendidikan senilai Rp1,2 triliun untuk ruang kelas baru, rehabilitasi kelas, intensif guru non-PNS dan intensif guru Pendidikan Usia Dini (PAUD).

Lalu, belanja untuk sektor kesehatan senilai Rp1,4 triliun untuk insentif tenaga kesehatan, penanganan COVID-19, alat-alat kedokteran, pembangunan gedung RSUD Bogor Utara, rehabilitasi, serta operasional Puskesmas dan rumah sakit.

Belanja jaring pengaman sosial senilai Rp49 miliar yang dialokasikan untuk program Beasiswa Pancakarsa, Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), bedah kampung, serta Beasiswa Program Keluarga Harapan (PKH).

Rekomendasi