Polsek Koja memburu dua pelaku percobaan pencurian yang menyebabkan korban tewas. Persitiwa tersebut menimpa Asih Sukaesih, seorang penumpang mikrolet 30A jurusan Tanjung Priok-Kelapa Gading yang tewas usai menghindari pelaku.
Kapolsek Koja Kompol Effendi menjelaskan pelaku berjumlah tiga orang, yakni S, A dan D. Untuk pelaku S berhasil dibekuk sesaat setelah peristiwa terjadi. Sedangkan, pelaku A dan D masih diburu.
"(Tersangka) Ada tiga. Yang bisa kita amankan adalah tersangka utamanya satu orang (sopir inisial E), mohon bantuan doa dan dukungan rekan-rekan supaya yang dua ini bisa kita tangkap," kata Effendi saat dihubungi, Senin (25/6).
"Pada hari itu juga sudah bisa kita amankan satu tersangka (S), jadi yang berperan menentukan," sambungnya.
Effendi menambahkan, saat itu mikrolet berisi tiga orang penumpang.
"Para tersangka saling kenal dan bahkan sudah berulang melakukan dengan pasangan yang sama. Ini sudah yang ketiga kali."
Sebelumnya, seorang pegawai SPBU bernama Asih Sukaesih tewas usai melompat dari mobil angkutan umum jurusan 30 A rute Tanjung Priok–Kelapa Gading, yang masuk jalur TransJakarta. Saat itu dirinya panik saat melihat penumpang lainnya ditodong pisau, sehingga korban melompat hingga wanita berumur 32 tahun ini mengenai pembatas jalan.
"Korban takut jadi target selanjutya, lalu dia spontan lompat keluar angkot. Mobil juga saat itu sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi," papar Effendi.
Dalam kejadian itu, barang berharga milik korban tidak ada yang hilang. Polisi juga tengah melakukan penyelidikan apakah korban lompat dari dalam angkot untuk menghindari penodongan atau bukan.
"Kita curiga ada keterlibatan supir angkot. Sementara baru supir yang kita amankan mas. Dia ditangkap di Pos 5 Podomoro, Penjaringan," katanya.
Dalam pemeriksaan, alhasil polisi menetapkan si sopir berinisial E itu sebagai tersangka. Di mana aksi itu ternyata sudah direncakan oleh dua rekan lainnya yang merupakan si penodong.
"Jadi ketika depan MOI Kelapa Gading naiklah satu tersangka ini, kemudian mereka berbalik arah ke Tanjung Priok tidak meneruskan ke Pulo Gadung, kemudian ketika di Tanjung Priok di depan Mambo naik lagi yang ketiga. Kemudian mereka ada catatan dengan istilahnya 'ayo mencari kijang' sehingga sepakat, kedua penumpang ini yang berinisial A maupun D," jelasnya.