Polri dapat info WNI jadi tentara ISIS dibayar Rp 20-150 juta/bulan

Motif pertama, kata Anton, diduga terkait ekonomi dan yang kedua mengenai akidah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polri dapat info WNI jadi tentara ISIS dibayar Rp 20-150 juta/bulan
Ilustrasi ISIS. ©2014 Merdeka.com

Tim gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Intelijen Negara (BIN), masih menelusuri motif 16 warga negara Indonesia yang ditangkap otoritas keamanan Turki karena diduga hendak bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dugaan sementara, ada dua motif yang menjadi dasar para WNI ke Timur Tengah dan hendak bergabung dengan ISIS."Kita juga pengen tahu secara mendalam apa tujuan mereka ke sana, siapa yang memberangkatkan dan siapa yang membiayai," kata Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Anton Charliyan mengatakan, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/3).Motif pertama, kata Anton, diduga terkait ekonomi dan yang kedua mengenai akidah. Namun dari penelusuran sementara, WNI yang gabung ke ISIS itu terkait motif ekonomi."Tapi informasinya orang Indonesia masuk kesana karena motif ekonomi. Mereka dibayar sebagai tentara bayaran dari Rp 20 juta sampai Rp 150 juta per bulan," katanya.Lanjut Anton, untuk 16 WNI yang tengah ditampung pihak Imigrasi Turki tersebut, belum bisa dipastikan akan dikenakan pasal pidana. Anton mengatakan, akan melihat secara mendalam motif mereka pergi ke Suriah."Apakah mereka terkena tindak pidana atau belum tergantung hasil pemeriksaan. Kalau mereka sudah bergabung dengan tentara di sana mereka bisa kena pasal. Kalau belum kan harus analisis lebih dalam enggak bisa terlalu dini untuk menentukan," pungkas dia.

Rekomendasi