Sejumlah ormas bakal turun kembali ke jalan pada 2 Desember mendatang. Demo ini lanjutan aksi 4 November lalu. Fokus demo masih sama terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama, yang menyinggung Surah Al Maidah.Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfie, mengimbau, warga Solo agar tak berangkat ke Jakarta mengikuti demonstrasi itu. Dia meminta warga yang ingin menyampaikan aspirasinya terkait kasus Ahok, sapaan Basuki, cukup di Solo saja."Sebagai kapolresta, saya mengimbau masyarakat Solo agar tidak ikut demo di Jakarta. Percayakan kepada Polri, penanganan kasus penegakan hukum di Jakarta biar ditangani Mabes Polri atau Polda Metro Jaya. Yang di Solo kalau mau menyampaikan aspirasi ya demo di Solo saja," ujar Luthfi di Solo, Jumat (25/11).Namun jika ada yang ngotot berangkat Jakarta, Luthfie menegaskan, sesuai maklumat Kapolda Jawa Tengah, di setiap kabupaten/kota akan dilakukan penyekatan-penyekatan. Dalam waktu dekat, maklumat tersebut akan dibagikan ke masyarakat. Jika masih ada yang nekat, akan dikembalikan ke wilayahnya masing-masing."Sesuai maklumat Kapolda, akan kita kembalikan ke wilayah masing-masing, karena ini menyangkut keamanan masing-masing daerah," tandasnya.Ditambahkan dia, pihaknya sudah melakukan upaya pendekatan kepada berbagai elemen ormas keagamaan. Termasuk dengan PO Bus, sebagai upaya untuk memperkecil kemungkinan warga berangkat ke Jakarta."Untuk mengantisipasi keadaan, tanggal 29 nanti kita akan mengadakan gelar pasukan di Stadion Manahan bersama TNI. Ada 1200 personel yang nanti akan kita sebar di perbatasan pada tanggal 2 Desember," pungkas Luthfi.
Polresta imbau warga Solo tak ikut demo ke Jakarta
Polresta imbau warga Solo tak ikut demo ke Jakarta. Sesuai maklumat Kapolda Jawa Tengah, di setiap kabupaten/kota akan dilakukan penyekatan-penyekatan. Jika masih ada yang nekat berangkat, akan dikembalikan ke wilayahnya masing-masing. Ada 1200 personel yang nanti akan kita sebar di perbatasan pada tanggal 2 Desember.
Rekomendasi