Polres Klaten Jawa Tengah menyiapkan pasukan khusus untuk melakukan evakuasi warga jika erupsi Gunung Merapi benar-benar terjadi. Pasukan yang tergabung dalam Tim SAR tersebut disertai dengan perlengkapan evakuasi seperti sepeda motor trail dan tas ransel. Mereka juga telah menjalani pelatihan selama beberapa hari.
"Hari ini kita laksanakan apel pengecekan Tim SAR yang kita siapkan dari Polres, ada sekitar 30 personel. Tentunya ini sudah kita latihkan, pertama untuk kemampuan SAR, kemudian kemampuan menguasai jalur-jalur Merapi untuk evakuasi di atas," ujar Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu seusai memimpin apel 'Pelatihan Kontigensi Tanggap Bencana Alam', di Mapolres, Senin (23/11).
"Hari ini kita cek perlengkapannya semua. Ketika semua (erupsi) terjadi, maka mereka sudah mempunyai perlengkapan perlengkapan khusus yang akan digunakan untuk membantu masyarakat," sambungnya menjelaskan.
Menurut Kapolres, jika nanti erupsi Merapi benar-benar terjadi, tidak hanya 30 pasukan khusus tersebut yang dilibatkan. Namun juga anggota-anggota lainnya juga sudah dibekali dengan kemampuan penanganan bencana alam.
Sementara itu untuk menjangkau lokasi lokasi yang sulit, anggota Tim SAR juga dibekali dengan kendaraan trail dan mobil dobel kabin.
"Masa tugas mereka sampai situasi aman, jadi tidak ada batas waktu. Ini namanya operasi kemanusiaan," tandasnya.
Kasat Sabhara Polres Klaten AKP Edi Sukamto menambahkan, untuk keperluan evakuasi di Merapi tim dari Polres telah berkoordinasi dan relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan dan survei rute-rute jalur evakuasi dari Klaten hingga puncak Merapi bersama para relawan.
"Mudah-mudahan di Merapi keadaannya aman. Pengecekan jalur sudah kita lakukan dari Dukuh paling atas sampai ke lokasi evakuasi sementara," jelasnya.
Edi menambahkan, Jika status Merapi naik menjadi awas, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim lainnya yakni relawan BPBD dan Brimob. Untuk jalur-jalur yang bisa dimasuki Tim SAR Polres sudah ditentukan oleh kedua tim lainnya tersebut.
"Jalur-jalur kita harus Mai, kita harus turun, sudah kita koordinasikan dengan relawan dan Brimob, Hampir tiap hari kita melakukan patroli ke sana," katanya.
Terkait jalur evakuasi di tiga desa yang masuk dalam KRB (kawasan rawan bencana) III, yakni Sidorejo, Tegalmulyo dan Balerante, dikatakannya, sudah cukup bagus. Meskipun sedang diperbaiki, namun sudah hampir selesai.
"Tidak ada kendala, hanya Sidorejo saja masih ada pengaspalan dan hampir selesai. Yang lainnya sudah mulus," jelasnya.
Lebih lanjut Edy menyampaikan, selain motor trail dan kelengkapan pribadi, para anggota Tim SAR juga dilengkapi dengan gas masker. Alat tersebut untuk melindungi diri dari debu serta gas lainnya yang berbentuk serpihan-serpihan.