Pasca tragedi meninggalnya 11 pelajar di Ciamis akibat tenggelam di sungai dalam kegiatan kepramukaan, Polres Ciamis langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Langkah tersebut diambil karena selama ini kegiatan tersebut tidak pernah dilaporkan kepada polisi.
Kapolres Ciamis, AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan, pihaknya baru mengetahui bahwa ada kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari 100 orang siswa MTs setelah adanya kejadian.
"Kegiatan Pramuka berupa susur sungai yang selama ini dilakukan oleh ratusan siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis tidak ada laporan. Kami baru mengetahuinya setelah mendapat laporan ada kejadian orang hilang sampai tim SAR gabungan sejak sore hingga malam telah menemukan 11 orang meninggal dunia," kata Kapolres kepada wartawan, Sabtu (16/10).
Dia menyatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti meninggalnya 11 pelajar tersebut. Langkah penyelidikan sudah dilakukan sejak Jumat (15/10) malam dengan memeriksa 11 jenazah di RSUD Ciamis.
Kapolres memastikan, seluruh jenazah siswa langsung diberangkatkan ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan di rumah duka menggunakan 11 ambulans setelah diperiksa oleh pihaknya.
Dia menambahkan, sampai saat ini belum bisa disimpulkan penyebab pasti tragedi tersebut.Namun dari keterangan saksi, aliran Sungai Cileueur memiliki kedalaman di muara antara 3 sampai 5 meter. Diduga 11 orang siswa MTs Harapan Baru yang susur sungai itu terbawa arus.
“Karena, di bawah permukaan air sangat memungkinkan menyeret korban tenggelam di sungai tersebut dan mereka berusia 12 dan 13 tahun dari kelompok pertama berjumlah 150 orang yang mengikuti acara tersebut," jelas Kapolres.