Polisi pelajari bukti rekaman CCTV pembunuhan Rhoma Irama

Polisi menutup rapat informasi analisa sementara isi rekaman tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi pelajari bukti rekaman CCTV pembunuhan Rhoma Irama
Rhoma Irama tewas dibacok. ©2016 Merdeka.com

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat telah mendapatkan bukti rekaman CCTV terkait pembunuhan Rhoma Irama, mahasiswa STKIP Bima, Rabu (6/1). Saat ini polisi masih mempelajari isi rekaman tersebut."Bukti hasil rekaman CCTV kampus sudah diamankan, dan saat ini masih dipelajari penyidik," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat AKBP Tri Budi Pangastuti kepada wartawan di Mataram, Jumat (8/1).Terkait hasil analisa sementara pemeriksaan rekaman CCTV tersebut, Tri Budi masih enggan memaparkannya, namun dia mengharapkan warga untuk memercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak kepolisian."Belum ada laporan lebih lanjut terkait isi rekamannya, karena masih dalam tahap penyelidikan. Jadi kami berharap masyarakat memercayakan segala urusannya kepada pihak kepolisian, jangan sampai terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya," ujar Tri Budi kepada Antara.Sementara itu, upaya untuk mencegah terjadinya konflik individu meluas hingga konflik antarkelompok atau pun antarkampung, pihak kepolisian sudah mengambil langkah dengan mengevakuasi mahasiswa dan mahasiswi STKIP Bima, khususnya yang berdomisili di Kecamatan Sape."Anggota kami sudah mengantarkan seluruh mahasiswa STKIP asal Sape ke daerah asalnya. Upaya ini dimaksudkan untuk mencegah konflik berkelanjutan," ucapnya.Terkait dengan perkembangan pengejaran pelaku yang diduga melakukan penganiayaan berujung tewasnya Rhoma Irama di Kampus STKIP Bima, dia mengatakan masih terus diupayakan.Polresta Bima telah berkoordinasi dengan Polres Kabupaten Bima untuk melakukan penyusuran di seluruh Kota Bima mencari pelaku."Kita terus berupaya menangkap pelakunya. Bahkan, penyusuran sudah dilakukan dengan merazia tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku," ujarnya.Termasuk, lanjutnya, pengamanan di wilayah kampus dan sekitarnya hingga saat ini masih terus disiagakan. "Pengamanan terus kita lakukan, karena persoalan ini sudah menjadi atensi pimpinan (Kapolda NTB)," katanya.

Rekomendasi