Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi bakal bongkar makam balita cantik NNA untuk autopsi

Polisi bakal bongkar makam balita cantik NNA untuk autopsi Balita NNA korban pemerkosaan dan pembunuhan. ©2016 merdeka.com/nur aditya

Merdeka.com - Kepolisian berencana membongkar makam NNA, balita empat tahun tewas dengan cara diperkosa dan dibakar tetangga dekatnya, Zurjani. Pembongkaran ini dilakukan untuk proses autopsi guna memperkuat penyelidikan dan penyidikan.

Deretan barang bukti disita kepolisian, merupakan pakaian dikenakan korban dan tersangka Zurjani, saat peristiwa nahas itu. Saat jenazah NNA ditemukan Minggu (10/7) lalu, keluarga menolak kepolisian melakukan autopsi.

"Barang bukti yang kita amankan ada baju korban saat kejadian dan baju pelaku, celana juga, sepeda motor, dan ranting yang terbakar. Juga ada hasil visum luar," kata Kasat Reskrim Polres Kutai Timur, AKP Andika Dharma Sena, Selasa (19/7).

Lantaran sempat ditolak melakukan proses autopsi, kata Andika, kepolisian berupaya melakukan pendekatan untuk membongkar makam NNA.

"Kemungkinan besar akan kita autopsi. Kita akan lakukan pendekatan ke keluarga korban karena ini juga untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan," terangnya.

Di sisi lain, terkait tersangka Zurjani, Andika menegaskan bakal melakukan uji kejiwaan. Namun, sejauh ini pihaknya bakal mengutamakan memeriksa para saksi.

"Kalau bicara kondisi kejiwaan, perlu tes kejiwaan kalau dianggap perlu. Yang jelas kita periksa dulu saksi-saksi lain. Saat ini dia sehat kok, waras, tidak ada tanda-tanda itu (gangguan kejiwaan)," pungkas Andika.

Diketahui, usai membunuh balita NNA, dia sempat kabur ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga akhirnya kembali ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Mengaburkan cirinya, dia sempat memoles penampilannya, terlihat lebih muda dan mengganti namanya menjadi Edi.

Di Balikpapan, dia mendapatkan pekerjaan sebagai tukang batu, di sebuah toko bangunan, di kilometer 5 Balikpapan-Samarinda. Sebelumnya, dia melamar dengan berganti nama sebagai Edi. Sepekan bekerja, dia akhirnya diringkus Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim dan Satreskrim Polres Balikpapan, Sabtu (16/7) malam lalu. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP