Polemik Larangan Bisnis Thrifting, Gibran: Kasihan Industri Lokal

Maraknya impor pakaian bekas membuat Presiden Joko Widodo kesal. Apalagi, saat mantan Wali Kota Solo tahu pasar pakaian impor bekas masih berjalan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Polemik Larangan Bisnis Thrifting, Gibran: Kasihan Industri Lokal
Bisnis Thrifting. ceritamedan.com ©2021 Merdeka.com

Maraknya impor pakaian bekas membuat Presiden Joko Widodo kesal. Apalagi, saat mantan Wali Kota Solo tahu pasar pakaian impor bekas masih berjalan. Jokowi pun menyebut jika bisnis pakaian bekas impor sangat mengganggu industri tekstil dalam negeri.

Pendapat senada diungkapkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Putra sulung Presiden Jokowi menilai bisnis pakaian maupun barang bekas impor lainnya akan mematikan industri lokal.

”Kita tunggu saja regulasinya seperti apa,” ujar Gibran, Kamis (16/3).

Industri pakaian bekas impor atau sering disebut industri thrifting ini juga ditemukan di Kota Solo. Bahkan ada beberapa titik yang menjadi rujukan. Tak hanya itu, pameran pakaian bekas juga dilakukan di sejumlah tempat dan diminati kalangan muda.

”Lumayan banyak, lumayan gede. Nanti kita tunggu saja regulasinya seperti apa,” ucap Gibran.

Gibran menegaskan, industri thrifting ini justru akan mematikan para pelaku usaha lokal yang basisnya produsen. Kondisi tersebut tentu menyulitkan pelaku industri lokal di Solo.

”Kasihan industri lokalnya,” tandasnya.

Terpisah Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah Dewanto Kusuma Wibowo mengungkapkan keresahannya dengan industri thrifting ini. Menurutnya para pelaku industri ini sudah dirasakan cukup lama oleh para pelaku industri tekstil.

”Sudah cukup lama sebenarnya. Khususnya para pelaku UMKM. Mereka yang bersinggungan secara langsung,” jelasnya.

Dirinya menyambut baik jika pemerintah pusat brrencana membuat regulasi untuk mengaturnya. Pihaknya berterima kasih karena ada kerjasama untuk memberantasnya.

"Kami para pelaku industri tekstil bisa lega, ada harapan ke depan yang bisa digarap secara optimal untuk pasar lokal,” tutur dia.

Menurut dia, per tahun 2022 data impor baju bekas mencapai 607,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Pasar lokal saat ini, lanjut dia, sudah dipenuhi dengan barang-barang impor. Tentunya hal ini sangat berdampak bagi produsen lokal.

Rekomendasi