Polda Jatim akui belum ada laporan dugaan kampanye hitam

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengaku belum menerima laporan terkait dugaan kampanye hitam

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
Polda Jatim akui belum ada laporan dugaan kampanye hitam
Polda Jatim akui belum ada laporan dugaan kampanye hitam

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengaku belum menerima laporan terkait dugaan kampanye hitam yang menerima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Sehingga polisi belum melakukan tindakan apapun.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (9/1) mengatakan sampai sekarang belum ada laporan tentang adanya dugaan kampanye hitam yang menyerang pasangan bakal calon.

"Jika memang ada laporan resmi, siapa pun yang merasa dirugikan, menjadi korban di akun media sosial, bakal ditindak, ditangani cyber troops khusus menangani konten hoax ujaran kebencian, isu SARA, ataupun provokasi," katanya.

Untuk menjaga keamanan pilkada di Jawa Timur ini, kata Frans, Kapolda memerintahkan seluruh jajaran untuk memantau akun media sosial (medsos). Guna melawan dan menangkal hoax, ujaran kebencian, isu SARA, ataupun provokasi, yang akan terus bermunculan, terutama di saat memasuki Pilkada serentak 2018.

Seperti dengan menyebarnya sebuah foto syur yang diduga mirip salah satu pasangan calon wakil gubernur Jawa Timur, Frans mengaku sudah memantau. Namun, hingga sekarang tim polisi yang dimilik Polda Jawa Timur, khusus menangani di unit cyber crime, belum bisa bergerak. Karena sampai saat ini belum ada pihak-pihak baik tim pemenangan maupun korban melaporkan dugaan kampanye hitam dengan menyebar foto syur tersebut.

Sebelumnya salah satu bakal calon wakil Gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas mengundurkan diri dari pencalonan pada pilgub Jatim. Mundurnya Bupati Banyuwangi yang rencana akan berpasangan dengan Saifullah Yusuf diduga karena beredarnya foto syur yang mirip dengannya.

Karena inilah kemudian Bupati Anas lebih memilih fokus menyelesaikan masa baktinya sebagai bupati di Banyuwangi.

Rekomendasi