Anggota Komisi I DPR RI Hidayat Nur Wahid berpandangan, Indonesia perlu memiliki atau menempatkan atase agama di beberapa negara, khususnya di Malaysia. Menurut dia, hal ini bertujuan untuk menangani beragam persoalan yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia (WNI)."Saya sudah lama mengusulkan hal ini, baik kepada Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Agama. Tapi hingga kini belum juga terealisasi," kata Hidayat dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Jakarta, Minggu (7/8).Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini berdialog dengan para WNI yang tinggal di Penang, Utara Malaysia, dalam rangka serap aspirasi. Hidayat menjelaskan, keberadaan atase agama, khususnya di negara yang memiliki banyak WNI, menjadi sangat penting.Kata dia, agar persoalan keagamaan yang muncul dapat diselesaikan. Apalagi seperti Malaysia dan Arab Saudi juga menempatkan atase agamanya di Indonesia."Dalam hubungan diplomatik kita mengenal istilah resiprokal. Jika mereka menempatkan atase agama, maka kita juga bisa menempatkan atase agama di negara-negara itu," jelasnya.Wakil Ketua MPR RI ini menambahkan, dalam dialog tersebut, peserta yang mayoritas bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Penang ini, menyampaikan beragam persoalan yang dihadapi di negeri Jiran. Selain masalah pernikahan WNI, isu pendidikan juga menjadi persoalan rumit yang dihadapi para TKI.Hingga kini pemerintah Malaysia belum memberikan fasilitas pendidikan untuk anak-anak Indonesia, yang lahir di Malaysia. Pendirian community learning center (pusat pendidikan komunitas) juga belum diperbolehkan, khususnya di Penang.
PKS minta dibentuk atase agama di Malaysia untuk bantu TKI
Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menangani beragam persoalan yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia di Malaysia
Rekomendasi