Pergeseran aliran Sungai Klawing ancam tiang pancang jembatan

Saat ini, bagian sisi timur sungai telah menjadi sawah, sementara sisi barat yang semula sawah telah menjadi aliran sungai baru. Jika aliran arus sungai bergeser ke Barat, dimungkinkan akan merusak tiang pancang jembatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pergeseran aliran Sungai Klawing ancam tiang pancang jembatan
Pergeseran aliran Sungai Klawing ancam tiang pancang jembatan. ©2017 Merdeka.com

Pasca banjir besar Sungai Klawing di Kabupaten Purbalingga yang berdampak runtuhnya oprit jembatan Bobotsari-Rembang pada Sabtu (18/3) lalu, terjadi pergeseran aliran sungai dari sisi timur sungai tersebut ke barat. Pergeseran aliran arus sungai tersebut dikhawatirkan mengancam tiang pancang jembatan yang melintas di atas sungai Klawing, Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari.Saat ini, bagian sisi timur sungai telah menjadi sawah, sementara sisi barat yang semula sawah telah menjadi aliran sungai baru. Jika aliran arus sungai bergeser ke Barat, dimungkinkan akan merusak tiang pancang jembatan.Kekhawatiran itu muncul di benak Bupati Purbalingga, Tasdi. Dari bawah jembatan, terlihat jelas, aliran sungai mulai bergeser ke Barat, jika dibiarkan, maka aliran itu selain mengancam bagian oprit dan jalan menuju jembatan juga mengancam tiang jembatan."Jalan satu-satunya harus mengembalikan aliran sungai seperti sedia kala," kata Tasdi, Kamis (24/3).

Pergeseran aliran Sungai Klawing ancam tiang pancang jembatan ©2017 Merdeka.com


Untuk mengatasi hal itu, lanjut Tasdi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah mengerahkan tiga alat berat dan mengerahkan puluhan pekerja untuk membuat bronjong. Alat berat digunakan untuk mengeruk batu serta tanah di tepi sungai dan kemudian diletakan di tepi bronjong yang dibuat. Penahan oprit jembatan selain dari bronjong, juga diperkuat dengan bebatuan yang diambil dengan alat berat tersebut."Kami memperkirakan sebelum lebaran tahun ini, jalur jembatan Klawing sudah bisa dilalui normal. Namun dari pihak DPUPR bahkan menjanjikan dalam waktu dua minggu bisa selesai," kata Tasdi.Terkait penanganan ambrolnya oprit jembatan Sungai Klawing akan dilakukan dengan memanfaatkan alokasi anggaran rutin. Sementara, selama penanganan, jembatan Klawing tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Kendaraan roda empat dari arah Bobotsari menuju wilayah kecamatan Kertanegara, Karanganyar, Banjarkerta, Karangmoncol dan Rembang untuk sementara dialihkan melalui jalan alternatif.Alternatif pertama dari Bobotsari, pengendara bisa melalui jalan desa Karangtalun, Pakuncen kemudian jalan Desa Dagan, Palumbungan, Limbasari. Alternatif kedua, pengendara bisa lewat Desa Banjarsari ke selatan kemudian Desa Tangkisan Kecamatan Mrebet. Alternatif lainnya, pengendara bisa lewat Desa Banjarsari ke selatan kemudian Desa Tangkisan Kecamatan Mrebet.Karena jarak yang jauh dan harus memutar, warga setempat membuat jembatan darurat dari kayu. Jembatan darurat itu hanya khusus untuk kendaraan roda dua. Itupun harus antri bergantian karena lebar jembatan yang hanya sekitar satu meter.

Rekomendasi