Penyerang Polisi Empat Lawang di Sumsel Diupahi Rp50.000/Orang

Dijelaskannya, massa mendapat informasi yang salah dari seseorang bahwa warganya, Erwan dan Erwin, ditembak anggota Polsek Ulu Musi. Mereka pun emosi lalu berduyun-duyun menuju rumah sakit untuk menjenguk keduanya.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Penyerang Polisi Empat Lawang di Sumsel Diupahi Rp50.000/Orang
Polisi Empat Lawang Diserang Massa. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Kasus penyerangan polisi di RSUD Tebing Tinggi, Empat Lawang, Sumatera Selatan, menemukan fakta baru. Para pelaku ternyata dibayar seseorang masing-masing Rp50.000.

Kapolda Sumsel Irjen Firli mengungkapkan, massa yang berjumlah 50 orang datang dengan mengendarai truk dari kampungnya di Kecamatan Sikap Dalam, Tebing Tinggi. Mereka membawa senjata tajam dan senjata api rakitan.

"Mereka datang secara rombongan, ada sekitar 50 orang dari kampung itu," ungkap Firli, Senin (5/8).

Dijelaskannya, massa mendapat informasi yang salah dari seseorang bahwa warganya, Erwan dan Erwin, ditembak anggota Polsek Ulu Musi. Mereka pun emosi lalu berduyun-duyun menuju rumah sakit untuk menjenguk keduanya.

Setiba di rumah sakit, mereka mengetahui polisi yang bersangkutan tengah dirawat di sana. Terjadilah penyerangan secara brutal dari depan rumah sakit. Dua anggota polisi yang tengah menjaga dua temannya menjadi korban penembakan.

"Informasi yang salah inilah menjadi pemicunya, massa tidak tahu bahwa Erwin dan Erwan ditembak karena melukai anggota polisi, berbuat kriminal, bukan tanpa alasan," ujarnya.

Menurut dia, para pelaku penyerangan mayoritas keluarga pengeroyok polisi. Namun, sebagian mereka ada yang mendapat bayaran sebesar Rp50.000 dari seseorang.

"Masing-masing dibekali uang Rp50.000," kata dia.

Selain uang, mereka juga dibekali senjata api dan tajam. Polisi menemukan barang bukti 13 bilah senjata tajam dan 3 pucuk senjata api rakitan di TKP.

"Masih terus dikembangkan kasus ini dan Alhamdulillah empat polisi yang jadi korban berangsur-angsur membaik," katanya.

Rekomendasi