Penyerahan hasil seleksi pimpinan KPK ke Jokowi molor dari jadwal

"Tidak jadi. Bahwa ternyata bapak presiden ada kegiatan padat. Kemungkinan tidak 31 Agustus," ujar Yenti Garnasih.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Penyerahan hasil seleksi pimpinan KPK ke Jokowi molor dari jadwal
Pansel KPK. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Panitia seleksi calon pimpinan KPK terus bekerja ekstra untuk melanjutkan proses seleksi. Setelah selesai melaksanakan sesi wawancara terbuka, pansel mendengarkan presentasi dari dokter-dokter RSPAD."Proses yang beriringan, proses wawancara dan kesehatan. Jadi 3 hari ini bersamaan hari ini wawancara besok kesehatannya ini ada 2 program bersamaan. Hasilnya baru hari ini dipresentasikan oleh tim RSPAD berkaitan dengan kesehatan jiwa dari tim psikiater dan juga fisik. Maksud saya kesehatan tubuh," kata Anggota Pansel KPK Yenti Garnasih di Gedung Setneg, Jakarta, Jumat (28/8).Yenty menegaskan, untuk hasil tes kesehatan ini tidak bisa dipublikasikan ke khalayak. Hanya pansel dan tim dokter saja yang mengetahuinya. "Hasilnya untuk kami tapi akan kami perhitungkan misalnya kayak zamannya Pak SBY dengan keadaan badan seperti kesehatan lah pada umumnya, adakah sakit jantungnya atau gangguan apa, itu kita dapat semuanya," jelasnya.Lebih lanjut, Yenty mengakui memang hasil panitia seleksi KPK ini sedikit agak molor dari jadwal yang ditentukan. Yaitu pada tanggal 31 Agustus ini."Tidak jadi. Bahwa ternyata bapak presiden ada kegiatan padat. Kemungkinan tidak 31 Agustus," ucapnya.Namun demikian, tegas Yenty, kalaupun penyerahannya kepada presiden mundur tidak akan terlalu lama. Sebab sudah ada batasan-batasan waktu antara presiden dan DPR untuk mengkaji hasil seleksi pansel KPK ini."Kalaupun mundur tidak akan lama karena kan terbatas, kita serahkan ke presiden. Presiden punya waktu 2 minggu untuk melihat hasil kita ini. Dalam waktu 3 bulan presiden yang menyerahkan ke DPR itu, harus ada nama pimpinan KPK yang baru. Di satu sisi kita punya batasan pertengahan Desember karena masa jabatan komisioner KPK sampai pertengahan Desember," tandasnya.

Rekomendasi