Penyebab Ledakan di Kamar Indekos Pegawai Kejari Wajo Terungkap, Ini Hasil Labfor
Merdeka.com - Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama jajaran Kepolisian Resor Wajo mengungkap penyebab ledakan di kamar indekos di Jalan Anggrek, Kecamatan Tempe, Wajo. Mereka tidak menemukan bahan peledak atau bom di dalam kamar indekos itu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Komisaris Besar Komang Suartana menegaskan ledakan tersebut bukan akibat bahan peledak, melainkan disebabkan gas oksigen murni yang ada di dalam kamar.
"Hasil pemeriksaan Labfor tidak ditemukan adanya bahan peledak. Itu diakibatkan tabung yang berisi 8 ribu ml gas oksigen murni pada ruangan yang kedap," ujarnya di Mapolda Sulsel, Rabu (19/10).
Akibat ruangan tertutup, gas yang terlepas di dalam kamar tidak bisa keluar. "Sehingga udara yang ada di situ sudah terkontaminasi dengan gas murni ini. Saat memantik api sehingga terjadi ledakan," kata dia.
Luka Bakar 70 Persen
Ledakan itu mengakibatkan korban atas nama Anugrah Zulfika (22) mengalami luka bakar hampir sekujur tubuh. Dia merupakan pegawai Kejari Wajo.
Komang menjelaskan gas oksigen murni yang ada di kamar tersebut, karena korban memiliki riwayat penyakit asma. Saat asmanya kambuh, korban menggunakan gas oksigen murni itu."Gas murni, untuk asma. Karena informasi untuk sementara hasil pemeriksaan (korban) ada mengalami gangguan asma," bebernya.
Saat ini korban masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dia mengalami luka bakar hingga 70 persen.
Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi di sebuah kamar indekos di Jalan Anggrek, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (18/10) pukul 09.00 Wita. Ledakan tersebut menyebabkan seorang perempuan Anugrah Zulfika (22) mengalami luka bakar.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya