Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jakarta Barat menerima lima orang perwakilan Relawan Kesehatan (Rekan) Jakarta. Dalam pertemuannya, pihak BPJS mengakui bahwa sosialisasi kepada masyarakat masih lemah."BPJS akui 10 bulan berjalan sosialisasi mengenai aturan dan prosedur masih lemah. Kepala cabang yang di dalam juga mengklarifikasi mengenai pemanfaatan kartu selama 7 hari," kata Agung Nugroho Ketua Rekan Indonesia Nasional di lokasi, Kamis (13/11).Agung menambahkan, saat ini BPJS Jakarta Barat menyerahkan seluruhnya ke kantor pusat."Sanggahan saya tidak dijawab. Mereka bilang semua diserahkan pada BPJS Pusat." katanya.Agung mengaku akan terus lakukan aksi untuk menyuarakan kecurangan-kecurangan yang dilakukan di lapangan. Dia mencontohkan kasus BPJS terhadap rumah sakit swasta."Di Rumah Sakit Kramat 28 masih menerapkan penarikan biaya pada peserta BPJS Kesehatan. Di mana biaya yang diganti tidak sepenuhnya melainkan masih harus membayar sendiri setengah dari biaya total di rumah sakit itu." tuturnya.Agung menyayangkan BPJS yang tidak mensosialisasikan rumah sakit swasta mana saja yang bekerjasama dengan mereka. Menurutnya, masyarakat perlu tahu agar mendapatkan hak pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Pendemo: BPJS Jakbar akui sosialisasi ke masyarakat masih lemah
Agung mengaku akan terus lakukan aksi untuk menyuarakan kecurangan-kecurangan yang dilakukan di lapangan.
Rekomendasi