Pembunuh Paman Diciduk Usai Salat, Motif Kesal Tak Bantu Selesaikan Masalah

Tersangka bersikeras meminta bantuan sehingga membuat korban marah. Tak senang dimarahi, tersangka mencabut pisau di pinggangnya dan menusuk korban membabi buta hingga tewas.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Pembunuh Paman Diciduk Usai Salat, Motif Kesal Tak Bantu Selesaikan Masalah
borgol. shutterstock

Petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan meringkus Heryadi (36), pembunuh pamannya sendiri, Junaidi (60) yang baru saja melaksanakan salat. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Tersangka mengaku datang ke rumah korban untuk meminta tolong menyelesaikan keributan dengan seseorang pada 2014 lalu. Korban pun menasihati tidak mengungkit lagi masalah itu karena sudah lama.

Tersangka berkeras meminta bantuan sehingga membuat korban marah. Tak senang dimarahi, tersangka mencabut pisau di pinggangnya dan menusuk korban membabi buta hingga tewas.

"Saya minta bantuan malah dimarah, makanya saya kesal dan kalap," ungkap tersangka Heryadi di Mapolda Sumsel, Kamis (9/7).

Buruh bangunan itu berdalih menyesali perbuatannya. Apalagi korban adalah pamannya sendiri yang dinilainya orang baik dan tidak pernah bermasalah dengannya.

"Saya menyesal, waktu itu saya benar-benar emosi," kata dia.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, tersangka diringkus tanpa perlawanan oleh anggota Opsnal pimpinan Kanit 4 Kompol Zainuri di tempat persembunyiannya. Tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Kasus ini masih ditangani penyidik, kita ambil alih pemeriksaan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, geger dengan kasus pembunuhan terhadap seorang warganya. Korban, Junaidi alias Daeng (60) tewas usai dibunuh keponakannya sendiri.

Peristiwa itu terjadi ketika korban baru saja melaksanakan salat Magrib di rumahnya, Selasa (7/7) malam. Tiba-tiba datang pelaku berinisial HR alias DD (36) langsung menusuk korban. Buruh bangunan itu tewas di tempat dengan enam luka tusukan.

Istri korban, Hartati (50) yang tengah berada di dapur sempat kaget dengan keributan di dalam rumah. Dia menemukan suaminya sudah bersimbah darah sementara pelaku langsung melarikan diri. Korban mengalami luka di dada, ketiak, punggung, tangan, dan paha.

Rekomendasi