Pemerintah Indonesia untuk kedua kalinya membatalkan keberangkatan haji dengan pertimbangan pandemi Covid-19. Langkah itu otomatis memperpanjang masa tunggu calon jemaah haji (calhaj), termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel).
Kasubag Inmas Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel Saefuddin Latief mengungkapkan, Sumsel biasanya memberangkatkan 7 ribuan Calhaj per tahun. Dengan pembatalan keberangkatan dua tahun berturut-turut, otomatis ada 14 ribuan calhaj tertunda berangkat ke Tanah Suci.
"Pemerintah membatalkan haji tahun ini karena untuk melindungi keamanan bersama, ini harus dipahami," ungkap Saefuddin, Jumat (4/6).
Saat ini terdapat 142.989 orang di Sumsel yang sudah mengantongi porsi keberangkatan haji. Dengan tertundanya keberangkatan 14 ribuan calhaj asal Sumsel dua tahun ini membuat masa tunggu semakin panjang. Jika tahun ini harus menunggu antrean selama 21 tahun ke depan.
"Masa tunggu haji di Sumsel sekitar 21 tahun," ujarnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku prihatin dengan pembatalan ibadah haji tahun ini. Dia meminta warganya bersabar dan terus berdoa agar pandemi segera berakhir sehingga ibadah itu bisa digelar kembali pada tahun-tahun mendatang.
"Tentu ada pertimbangan khusus soal penundaan haji tahun ini. Kita semua berharap kita kembali dapat kuota," pungkasnya.