Pembangunan fisik flyover Purwosari, Solo akan dimulai tanggal 5 Februari mendatang. Mulai tanggal tersebut, akses jalan di persimpangan sebidang depan Stasiun Purwosari itu akan ditutup total.
Sosialisasi penutupan jalur yang ada di Jalan Slamet Riyadi itu dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Kota Solo, Kamis (30/1).
"Hari ini kita lakukan sosialisasi dengan pembagian leaflet pengalihan arus lalulintas. Tanggal 5 Februari nanti besok kita tutup total. Ada 1.000 leaflet yang kita bagikan, tidak hanya disini tapi juga di tempat lainnya," ujar Kepala Dinas Perhubungan, Hari Prihatno, kepada wartawan di palang kereta Purwosari, Jalan Slamet Riyadi.
Selain di Purwosari, sosialisasi juga dilakukan di sejumlah mal, kelurahan, kecamatan, media sosial, radio, televisi serta tempat keramaian lainnya. Sehingga semua lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas tentang pembangunan flyover. Karena dampaknya sangat luar biasa.
"Semua lini kita masuki untuk sosialisasi, supaya masyarakat tidak banyak keluhan dan bisa memaklumi," katanya.
Kasatlantas Polresta Surakarta menambahkan, pihaknya siap membackup adanya pengalihan arus tersebut. Yakni dengan menerjunkan personel di titik-titik rawan kemacetan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo dan Karanganyar untuk pengalihan kendaraan-kendaraan besar.
"Nanti kita tambah personel karena terkait dengan rekayasa manajemen lalu lintas pembangunan flyover. Beban arus kan berpindah ke kota, terutama di Punggawan," katanya.
Pembangunan flyover atau jalan layang Purwosari, di Jalan Slamet Riyadi, Solo menelan anggaran Rp104 miliar. Proyek dengan anggaran dari pemerintah pusat itu ditargetkan selesai 20 Desember 2020.