Anggota Komisi X DPR, Reni Marlinawati mengaku sedih dan khawatir maraknya pelajar gemar melihat dan menyimpan video porno. Dia menduga hal itu terjadi lantaran pengawasan lemah. "Salah satu penyebabnya karena lemahnya pengawasan di rumah dan sekolah. Saya khawatir ini hanya gunung es. Diperlukan langkah preventif dari semua pihak untuk menanganinya," kata Reni kepada merdeka.com saat dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (18/9).Reni mengaku fenomena itu membuat miris, sedih, dan mengkhawatirkan. Menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan persoalan itu bukan tanpa sebab. Oleh karena itu, dia sebagai salah satu anggota komisi membidangi pendidikan, olahraga, dan budaya akan berkoordinasi dengan mitra kerjanya, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Senin lalu, lembaga Hotline Pendidikan berbasis di Jawa Timur mengungkap 90 persen pelajar di Surabaya menyimpan film atau gambar porno di dalam telepon seluler yang dimilikinya. Fakta ini terungkap dalam survei yang dilakukan pada 26 Agustus hingga 12 September lalu.Hasilnya, 92 persen pelajar putri pernah melihat gambar dan menonton film porno melalui telepon seluler milik mereka. Sedangkan untuk pelajar putra mencapai 97 persen.
Pelajar gemar menonton video porno karena pengawasan lemah
"Diperlukan langkah preventif dari semua pihak untuk menanganinya," kata Reni.
Rekomendasi