Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Tasikmalaya Tertinggi Se-Jawa Barat

Pasien Covid-19 Meninggal di Tasikmalaya Tertinggi Se-Jawa Barat Pemakaman pasien Covid-19 di Gorontalo. ©Liputan6.com/Arfandi Ibrahim

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat bahwa tingkat kematian akibat Covid-19 di Kota Santri tertinggi di Jawa Barat. Jumlah kematian akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya tercatat 6 persen dari total pasien yang terpapar virus corona.

"Angka kematian kita juga tertinggi di Jabar, 6 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Jumat (2/10).

Pada Kamis (1/10) pagi, jumlah total kasus warga yang terpapar Covid-19 berjumlah 153 kasus. Dari jumlah tersebut 60 orang dinyatakan sembuh dan 9 lainnya meninggal dunia. Namun di siang harinya, terdapat penambahan kasus baru sebanyak 53 kasus dari klaster pesantren.

Dengan melihat data tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan tidak akan membiarkan pasien terpapar Covid-19 melakukan isolasi mandiri.

“Selain berpotensi menimbulkan klaster keluarga, pasien yang isolasi mandiri tak dapat dipantau dengan maksimal dari sisi medis,” sebutnya.

Dia menyebut pihaknya harus mencari lokasi alternatif lain untuk isolasi dan perawatan pasien Covid-19 menyusul penambahan kasus baru yang cukup signifikan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah menggunakan rumah susun sewa milik Universitas Negeri Siliwangi, namun rupanya tidak bisa menampung semua pasien.

“Sebetulnya kasus yang ada saat ini sudah melampaui batas kemampuan pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya. Namun walau begitu kita tidak akan patah semangat dan akan menempuh alternatif lain. Kemarin pak Wali dan pak Sekda akan berbicara dengan beberapa pemilik hotel. Mudah-mudahan ada hasil. Kalau ada kurang, kita manfaatkan gedung pemerintah lainnya," tutupnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP