Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa meminta pasukannya agar tidak lengah dan selalu waspada. Cantiasa juga mengingatkan pasukannya untuk selalu mengutamakan keselamatan rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Cantiasa langsung kepada pasukannya saat memeriksa kesiapan operasi (Riksiapops) 2 Kompi satuan tugas pengamanan daerah rawan Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif RK) 762/Vira Yudha Sakti (VYS) Kodam XVIII/Kasuari TA.
"Kalian tidak boleh kalah dengan mereka! Tetap waspada dan jangan lengah! Sehebat apapun pasukan, jika lengah maka 'selesai'. Lindungi, jaga, dan selamatkan rakyat kita yang jauh dan terpencil!" kata Pangdam Cantiasa di lapangan upacara Yonif RK 762/VYS, Sorong, Papua Barat, Selasa (25/5).
Dalam pemeriksaan itu, Cantiasa bukan hanya meninjau kesiapan para personel, namun juga memeriksa perlengkapan perorangan, satuan, dan alat utama sistem senjata (alutsista) pasukan.
Lebih lanjut lagi, Cantiasa juga menegaskan bahwa tugas pengamanan daerah rawan yang diemban Prajurit Yonif RK 762/VYS ini bukanlah tugas yang mudah. Untuk itu, dia berharap seluruh prajurit bisa mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan dengan selalu fokus terhadap ancaman keamanan dari kelompok bersenjata.
Dia mengatakan bahwa daerah rawan harus dijaga sebaik-baiknya. karena kata dia, daerah rawan merupakan wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan negara. Sehingga, keamanan daerah tersebut akan berpengaruh terhadap aspek pertahanan negara dan akan menjadi taruhan bagi harga diri bangsa.
"Kalian harus selalu fokus untuk menjaga stabilitas keamanan, menetralisir ancaman keamanan dari kelompok separatis bersenjata dan kelompok teroris OPM yang telah menunjukkan kebrutalannya," ujar dia.
"Kalian prajurit pilihan, tugas adalah kehormatan dan kalian harus jawab dengan tekad dan semangat untuk melakukan tugas," imbuhnya.
Cantiasa mengatakan, tujuan kelompok-kelompok tersebut melakukan berbagai aksi separatis terorisme yakni untuk memisahkan diri dari NKRI. Itulah sebabnya tindak kejahatan mereka terkoordinasi dengan baik.
"Mereka telah membunuh, menganiaya, memperkosa, membakar, dan menembak masyarakat. Tidak peduli apakah itu anak-anak, ibu-ibu atau tokoh-tokoh lainnya," katanya.
Pahami Medan Operasi
Cantiasa mengakui bahwa permasalahan yang terjadi di daerah operasi masih sangat kompleks. Minimnya segala akses kehidupan bermasyarakat di daerah tersebut berpengaruh terhadap sikap, pemikiran, dan cara komunikasi warga setempat. Untuk itu, dia berharap prajuritnya bisa berkomunikasi baik dengan warga setempat.
Selain itu, dia juga melihat bahwa daerah rawan berpotensi menjadi tempat lintas pelaku kejahatan dan separatisme. Dia pun berpesan agar prajuritnya bisa mengenali musuh agar tidak salah sasaran. Dia ingin, setiap prajurit bisa memahami karakteristik daerah operasi, baik itu dalam segi geografi, demografi, dan Kondisi sosial. Sehingga bisa menciptakan kondisi yang kondusif di masyarakat.
“Pahami tugas dan tanggung jawab dengan baik! Para Perwira dan Komandan harus menjelaskan ke anggotanya agar mengenali lingkungan sekitar," tegasnya.
"Kenali dirimu, kenali musuhmu! Buka komunikasi yang baik dengan masyarakat. Ingat pedoman dan amalkan 8 wajib TNI. Jangan menyakiti rakyat,"
Terakhir, dia kembali mengingatkan pasukannya untuk selalu berdoa. dia pun berharap seluruh prajurit yang mengemban tugas tersebut bisa selalu dilindungi.
"Kejadian di satuan yang bertugas di Papua dan Papua Barat agar menjadikan pelajaran. Jangan ada pelanggaran sekecil apapun. Buatlah prestasi dan senantiasa berdoa, beribadah, dekatkan diri dan libatkan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap penyelesaian masalah,” tutup Pangdam.