Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai tidak elok jika pemerintah membelikan mobil dinas baru untuk para menteri. Sebab, kata dia, saat ini kondisi ekonomi Indonesia tengah sulit.
"Nah kita minta perhatiannya Pak Jokowi di tengah ekonomi yang sedang melambat ekonomi sulit kemudian rakyat masih banyak yang miskin dan lain lain problem bangsa masih banyak yang lain saya kira tidak elok kalo mobil mewah itu dimunculkan di tengah kesulitan-kesulitan kita," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8).
Menurut Yandri saat ini mobil para memberi dan pejabat negara juga masih dalam keadaan baik dan layak guna. Sehingga belum perlu ada pembekuan mobil baru.
"Saya pikir masih bagus-bagus kok untuk menteri berikutnya masih layak pakai lah menurut saya dan saya yakin Pak Jokowi nih belum tahu kalau Pak Jokowi tahu saya yakin dibatalkan kembali seperti tender-tender yang dulu kan ada tender-tender untuk pengadaan mobil untuk lembaga-lembaga tinggi itu kan dan Pak Jokowi tidak setuju, dibatalkan," ungkapnya.
Tambahnya, jika ada pengadaan mobil menteri juga perlu didata lebih lanjut berapa total mobil yang diperlukan. Serta bukannya langsung membuka tender mobil untuk menteri.
"Kalau pun mau beli kan masih bisa 20 Oktober pelantikan presiden berarti mungkin tanggal 30 terakhir pengumuman kabinet, misalkan nih. Berapa orang? Ya sambil tunggu mobil baru mungkin mobil lama masih bisa digunakan toh diambil langsung sama negara mobil-mobil menteri yang enggak jadi menteri lagi," ucapnya.