Pakar Kesehatan: Pemangkasan Cuti Bersama Sangat Efektif Kurangi Kasus Covid-19

Secara ekonomi, katanya, cuti bersama yang bisa mendorong masyarakat untuk bepergian dan berekreasi memang baik. Tetapi potensi kerumunan yang dapat ditimbulkan bisa berdampak terhadap kesehatan hingga membahayakan nyawa.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Pakar Kesehatan: Pemangkasan Cuti Bersama Sangat Efektif Kurangi Kasus Covid-19
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Pemerintah memutuskan memangkas libur akhir tahun sebanyak 3 hari. Keputusan itu dinilai sangat efektif mengurangi potensi lonjakan kasus Covid-19.

"Bagus dan efektif untuk mengurangi jumlah kasus, tidak akan setinggi yang kalau tidak dikurangi," kata Pakar kesehatan masyarakat, Prof. Hasbullah Thabrany di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (4/12).

Ia mengatakan, cuti bersama akan memberikan peluang bagi orang-orang untuk bepergian, berekreasi dan berkumpul. Oleh karena itu, cuti bersama di tengah pandemi sudah seharusnya ditiadakan karena dapat meningkatkan potensi penularan virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19, yang bisa menyebar dengan sangat cepat.

Secara ekonomi, katanya, cuti bersama yang bisa mendorong masyarakat untuk bepergian dan berekreasi memang baik. Tetapi potensi kerumunan yang dapat ditimbulkan bisa berdampak terhadap kesehatan hingga membahayakan nyawa.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada semua pihak, termasuk masyarakat, untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan saja dan mengesampingkan protokol. Sebab kesehatan tidak bisa dikompromikan.

"Oleh karena itu, harus dijaga. Jangan cuma untuk kepentingan ekonomi. Kesehatan harus yang utama," kata dia.

Keputusan pemerintah untuk memangkas cuti bersama, menurutnya, sudah benar dan harus dipatuhi oleh seluruh kalangan masyarakat dengan tidak membuat peluang sekecil apapun untuk menimbulkan potensi penularan kasus COVID-19.

"Kalau kesehatan yang utama, maka jangan buat peluang dengan banyaknya libur bersama yang menimbulkan peluang kerumunan. Itu yang penting," kata Hasbullah lebih lanjut.

Rekomendasi