OTT Kadisdik Tapanuli Utara, KPK temukan uang asing dan Rp 235 juta

Penanganan kasus lebih lanjut akan ditangani oleh Polda Sumatera Utara. KPK siap membantu sesama penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi. "Ada embrio OTT, tapi karena alat bukti untuk keterlibatan penyelenggara negara belum kuat, kita ajak Bareskrim yang di depan, KPK mendampingi," kata Agus.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
OTT Kadisdik Tapanuli Utara, KPK temukan uang asing dan Rp 235 juta
Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polda Sumatera Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara berinisial JP pada Rabu (21/12) kemarin. Saat penangkapan, ditemukan barang bukti sejumlah uang asing dan rupiah yang diduga terkait tindak pidana korupsi."Barang buktinya berupa uang Rp 235 juta, 100 dollar Amerika dan 200 Yuan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (22/12).Kendati begitu, kata Febri, penanganan kasus lebih lanjut akan ditangani oleh Polda Sumatera Utara. Ia juga enggan memberi penjelasan detil terkait pihak yang diamankan dalam OTT tersebut."KPK siap membantu sesama penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi," jelas Jubir KPK ini.Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan pihaknya belum terlibat menangani kasus tersebut karena keterlibatan penyelenggara negara belum kuat. Namun, KPK akan terus mendampingi Polda Sumatera Utara terkait kasus ini."Ada embrio OTT, tapi karena alat bukti untuk keterlibatan penyelenggara negara belum kuat, kita ajak Bareskrim yang di depan, KPK mendampingi," kata Agus.Menurut Agus, jika dalam pemeriksaan JP ditemukan alat bukti cukup, KPK akan menanganinya. Saat ini pihaknya berkoordinasi supervisi dengan Polri."Dan apabila nanti dalam pemeriksaan dan proses hukum, ditemukan ada penyelenggara negara yang terlibat, Insha Allah KPK akan turun," kata Agus.Dalam OTT ini, petugas juga mengamankan dua kepala sekolah menengah atas (SMA) di Sipahutar dan Pangaribuan. Selain rumah Jamel di Ruko CV Nova, Jalan Sisingamangaraja, Kota Tarutung, petugas dikabarkan menggeledah kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taput, Jalan Raja Johannes, Tarutung.

Rekomendasi