Orang Tua Murid Keluhkan PPDB Online, Menko Muhadjir Sebut Persoalan Klasik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengakui cara Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online masih mengalami kendala. Hal tersebut menanggapi beberapa keluhan dari orang tua yang sulit mendaftarkan anaknya.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Orang Tua Murid Keluhkan PPDB Online, Menko Muhadjir Sebut Persoalan Klasik
Menko PMK gelar rakor bahas kebijakan transformasi subsidi elpiji. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengakui cara Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online masih mengalami kendala. Hal tersebut menanggapi beberapa keluhan dari orang tua yang sulit mendaftarkan anaknya.

"Untuk pendaftaran online sejak dulu sebelum ada Covid-19 ya pasti ada masalah dan jangan harap suatu saat nanti tidak sama sekali enggak ada masalah," kata Muhadjir di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Walaupun masih ada kendala, Muhadjir mengklaim pemerintah terus melakukan evaluasi dan memperbaiki.

"Tapi kan mesti segera kita kita evaluasi kemudian kita benahi secara bertahap gitu. Nah itu saya kira itu klasik, persoalan klasik itu ya," ungkap Muhadjir.

Sebelumnya diketahui beberapa orang tua mengalami masalah untuk mendaftarkan anaknya di periode 2020. Salah satunya di Jawa Tengah, di hari pertama PPDB SMA dan SMK bermasalah.

Akibatnya para pendaftar PPDB Jateng 2020 tidak bisa melakukan akses secara daring. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri mengklaim permasalahan karena server tidak dapat menampung jumlah pendaftar.

"Jadi persoalannya akses data sebanyak 300 ribu pendaftaran setiap hari selama masa pendaftaran ternyata tak tercukupi. Baru dibuka dua jam servernya sudah tidak menampung," kata Jumeri, Rabu (17/6).

Dia mengungkapkan untuk mengatasi persoalan, Disdik Jateng koordinasi dengan Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, untuk meminta tambahan kuota satu juta akses data untuk hari ini.

"Hari ini yang daftar banyak. Pasalnya, tahun ini hanya ada 508 ribu lulusan SMP/MTs di Jateng," ujarnya.

Rekomendasi