Omicron Sampai di Singapura, Polri Perketat Semua Pintu Masuk ke Indonesia

Dari informasi terbaru, varian baru omicron sudah ada di Singapura. Warga negara yang berpergian ke daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan varian omicron diharapkan berhati-hati.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Omicron Sampai di Singapura, Polri Perketat Semua Pintu Masuk ke Indonesia
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. ©Divisi Humas Mabes Polri

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah mengawasi dan melakukan pengetatan pintu masuk ke Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk mencegah varian Covid-19 Omicron masuk ke tanah air.

"Kami sudah menekankan polri khususnya membantu untuk melaksanakan pengawasan di seluruh pintu-pintu masuk. Baik di pintu masuk di pelabuhan udara, pintu masuk di pelabuhan laut maupun di darat," kata Irjen Dedi saat konferensi pers di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (3/12).

Dari informasi terbaru, varian baru omicron sudah ada di Singapura. Warga negara yang berpergian ke daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan varian omicron diharapkan berhati-hati. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan testing, tracing dan treatment atau 3T.

"Tapi dari hasil riset, bahwa varian tersebut boleh dikatakan menyerang 80 persen yaitu adalah orang-orang yang belum tervaksin. Kemudian, 60 persen yang diserang varian baru itu adalah yang usianya di bawah 5 tahun. Dan yang meninggal dunia akibat virus tersebut rata-rata di atas berusia 50 tahun," imbuhnya.

Polisi juga mengimbau warga untuk mewaspadai varian Omicron. Presiden Jokowi, kata Desi, telah menyampaikan jalan satu-satunya adalah disiplin protokol kesehatan dan melakukan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia.

"Bapak Presiden tadi menyampaikan, prokes merupakan hak yang mutlak yang harus dilakukan. Kedua percepatan vaksinasi akhir tahun ini seluruh provinsi diharapkan sudah bisa mencapai target 70 persen. Ini harus disampaikan khususnya vaksinasi dengan sasaran lansia. Ini penting, karena lansia merupakan salah satu korban yang memiliki tingkat risiko tertinggi dibanding usia-usia lainnya," ujar Irjen Dedi.

Rekomendasi