Nyalon Ketum Golkar, Airlangga diminta mundur dari posisi menteri

Airlangga dinilai tidak akan fokus mengemban tugasnya sebagai menteri karena pencalonannya dalam perebutan kursi orang nomor satu di Partai Golkar. Selain itu, hal itu bisa bertabrakan dengan idealisme Presiden Jokowi yang menyatakan para menteri di kabinetnya tak boleh rangkap jabatan sebagai pimpinan partai politik.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Nyalon Ketum Golkar, Airlangga diminta mundur dari posisi menteri
Senior Gokar hadiri Sarasehan GMPG. ©2017 merdeka.com/iqbal s nugroho

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tengah gencar melakukan konsolidasi di internal Partai Golkar buat mencalonkan diri sebagai ketua umum partai berlambang beringin. Airlangga pun diminta mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Perindustrian.Sebab, Airlangga dinilai tidak akan fokus mengemban tugasnya sebagai menteri karena pencalonannya dalam perebutan kursi orang nomor satu di Partai Golkar. Selain itu, menurut Ketua Bidang Energi dan Perindustrian Partai Perindo, Hendrik Kawilarang Luntungan, hal itu bisa bertabrakan dengan idealisme Presiden Jokowi yang menyatakan para menteri di kabinetnya tak boleh rangkap jabatan sebagai pimpinan partai politik."Sebaiknya jika ada Menteri yang ingin maju dalam kontestasi ketua umum partai politik, izin mengundurkan diri dari jabatannya," katanya dalam pesan singkat, Selasa (12/12).Dia juga meminta agar Presiden Jokowi bisa dengan cermat melihat perkembangan situasi. Sebab, jika fokus Airlangga sebagai Menteri Perindustrian lebih kepada dinamika pertarungan internal Partai Golkar dalam perebutan posisi ketua umum, maka kinerja kinerja di kementerian yang dipimpinnya tidak akan optimal."Pilihannya adalah secara terhormat Menteri Airlangga mengundurkan diri dan fokus dengan kontestasi internal Partai Golkar, atau Presiden Jokowi memasukkan Kementerian Perindustrian sebagai daftar menteri yang di-reshuffle," katanya.

Halaman
Rekomendasi