Novel Baswedan pimpin penggeledahan rumah rekan Fuad Amin

"Penyampaian keterangan bisa ditanyakan langsung ke humas KPK," kata Novel.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Novel Baswedan pimpin penggeledahan rumah rekan Fuad Amin
Kompol Novel Baswedan bersaksi di sidang DS. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Rumah mewah nomor 50-52 milik pengusaha besi tua di Jalan Sidorame, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur, disambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penggeledahan rumah berlantai dua milik H Chodin ini, berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Ketua DPRD Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron.Pantauan di lapangan, beberapa anggota KPK yang menumpangi empat unit mobil, keluar dari rumah mewah milik H Chodin itu, sekitar pukul 22.00 WIB. Informasinya, sudah sejak sore tadi anggota KPK yang salah satunya Kompol Novel Baswedan itu mendatangi rumah pengusaha besi tua tersebut.Mereka datang dikawal puluhan anggota polisi yang sebagian bersenjata lengkap dari jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. "Penyampaian keterangan bisa ditanyakan langsung ke humas KPK," kata Novel singkat saat keluar dari rumah H Chodin.Ketika keluar dari dalam rumah berpintu gerbang setinggi tiga meter itu, anggota KPK membawa satu koper dan satu tas yang kemudian dimasukkan ke dalam mobil.Sebelumnya, kuasa hukum si pemilik rumah, Muhammad Muzahin mengaku, kedatangan KPK ke rumah klien-nya itu memang berkaitan dengan keterangan Fuad Amin Imron di Jakarta, yang mengaku menitipkan barang kepada pengusaha yang dikenal dermawan oleh warga sekitar tersebut."Ini rumah Pak Abdurahman. Beliau tidak ada hubungan keluarga, maupun saudara dengan Fuad Amin. Hanya saja, Pak Abdurahman sempat menjadi santrinya Fuad Amin," dalihnya, sempat menyebut nama Chodin sebelum mengganti dengan nama Abdurahman, setelah salah satu penjaga rumah meminta menyamarkan nama.KPK ke sini, lanjut dia, tidak untuk melakukan apa-apa, hanya untuk klarifikasi. "Waktu lalu, Fuad Amin mengatakan pernah menitipkan barang ke sini, tapi tidak ada. Hanya satu saja yang dititipkan, yaitu aset rumah di Dian Istana, Surabaya. Jadi ini hanya klarifikasi saja, klien " dalihnya lagi.Sementara itu, sejumlah warga sekitar mengaku Chodin merupakan pengusaha besi tua yang cukup sukses. Dia memiliki banyak gudang besi tua di wilayah tersebut, termasuk di daerah kenjeran."Dia itu pengusaha dermawan. Tiap hari Jumat, selalu ngasih uang ke warga sekitar yang kurang mampu. Ya kadang Rp 10 ribu, kadang lebih. Dia juga suka memborong makanan, seperti nasi soto dan mengundang makan-makan warga, meski tak ada hajatan," terang Choiriyah, salah satu tetangga Chodin.Perempuan berkerudung ini juga menyebut, usaha yang dijalani Chodin merupakan warisan dari orang tuanya. "Dia itu dapat warisan dari orang tuanya. Dia tinggal di sini sudah lama, dan dikenal baik dan dermawan sama orang-orang," tandas pemilik warung kopi di sekitar rumah Chodin tersebut.

Rekomendasi