Muntahan peluru dari senjata Kapolsek Siotapina, Iptu Suwoto, saat membubarkan tawuran pelajar berujung maut. Peluru malah menyasar anak buahnya, Brigadir Sanusi. Sempat dilarikan ke Puskesmas, Brigadir Sanusi mengembuskan napas terakhir.
Peristiwa itu bermula saat pelajar SMAN 2 Siontapina terlibat tawuran di Desa Gunung Jaya pada 31 Juli lalu. Saat itu, jam baru menunjukkan pukul 07.30 Wita.
Kapolsek Siontapina, Iptu Suwoto, yang mendapatkan kabar tersebut langsung mendatangi lokasi. Dia bersama empat anak buahnya.
Saat itu, situasi begitu kacau. Iptu Suwoto berniat memecah massa yang tawuran. Namun sesuatu hal membuatnya terjatuh sambil memegang senpi jenis revolver.
"Pada saat bangun, kapolsek melihat Brigpol Sanusi terjatuh dalam keadaan jongkok sambil memegang kepala," kata Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, saat dihubungi wartawan, Jumat (3/8).
Brigpol Sanusi sempat dilarikan ke puskesmas terdekat. Sayangnya, pada pukul 09.00 Wita korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak puskesmas lalu kemudian dibawa ke RSUD Pasarwajo.
Ternyata, Brigpol Sanusi terkena peluru nyasar. Peluru tersebut mengenai bagian kepala belakang.
"Dan mengakibatkan korban meninggal dunia di Puskesmas Siontapina," jelasnya.