Nenek Faidah dijambret saat jalan ke pasar, emas 50 gram raib

Modus para pelaku sebelum melakukan aksinya selalu mengatakan, "ada titipan dari mekah buat ibu,".

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Nenek Faidah dijambret saat jalan ke pasar, emas 50 gram raib
Ilustrasi Penjambretan. ©2014 Merdeka.com

Seorang nenek bernama Nor Faidah (55) warga Jalan Pramuka, Gang Melati, Banjarmasin Timur menjadi korban tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan pada Rabu (11/5) sore, sekitar pukul 14.30 Wita.Saat sedang berjalan di sekitar Jalan Pramuka dirinya mengalami nasib sial, Korban pada hari itu hendak pergi ke pasar dengan berjalan kaki, korban tak menyangka tiba-tiba dihampiri oleh mobil avanza, lalu orang di dalam mobil berkata "ada titipan dari mekah buat ibu." Tanpa rasa curiga korban langsung masuk ke dalam mobil itu. Namun saat di dalam mobil korban langsung mendapat ancaman dari pelaku, bahkan sejumlah barang berharga melekat di tubuh korban raib seketika, karena dirampas paksa.Barang berharga yang dirampas pelaku di antaranya gelang emas seberat 50 gram. Kemudian nenek itu diturunkan di Km 17, dan diancam akan dibunuh jika lapor polisi.Seperti diberitakan Antara, pelaku berjumlah tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan mengedari mobil avanza putih, logat bicara pelaku seperti dari Sulawesi.Pelaku perempuan saat kejadian itu menggunakan jilbab putih, dan laki-lakinya mengenakan kemeja motif kotak warna merah.Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, telah mengantungi ciri pelaku spesialis pencuri emas tersebut."Identitas pelaku sudah kamu kantongi, semoga saja dalam waktu dekat ini para pelaku itu sudah berhasil diringkus," kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Arief Prasetya di Banjarmasin, Jumat (13/5)."Modus yang digunakan pelaku ini sama seperti kejadian didua tempat di kawasan Kota Banjarbaru, Kalsel," terangnya.Setiap korbannya selalu diancam dan harta benda yang ada di tubuh korban habis disikat pelaku. Dan kemungkinan pelaku lebih dari satu orang dan menggunakan mobil."Anggota saya terus berada di lapangan guna melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku," tegasnya.

Rekomendasi