Waluyo telah meninggal dengan tenang dan sudah dimakamkan. Keluarga meyakini itu. Tapi ternyata bapak beranak dua itu kembali ke rumah satu tahun kemudian pada Selasa (3/8). Kejadian ini tentu saja mengejutkan.Selama menghilang Waluyo mengaku kabur ke Semarang untuk mencari kerja. Dia malu selama tinggal di Kampung Suryoputran Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, tak bisa menafkahi keluarganya. Waluyo sempat menjadi tukang bersih-bersih jalan di bawah Dinas Kebersihan dan Pertamanan di Semarang, selama tujuh bulan, sempat juga menjadi juru parkir. Lalu apa yang membuat dia kembali ke rumahnya?Menurutnya, ada seorang teman yang berprofesi sebagai tukang pijat keliling menyadarkannya. Dalam perbincangan tersebut sang teman memberi saran agar Waluyo pulang ke Yogyakarta karena keluarga merindukannya. "Dari situ saya ada keinginan pulang lebaran tahun ini," ujarnya, Rabu (3/8).Sebelumnya, istri Waluyo, Alim Eskatinah (64) menceritakan, awalnya keluarga pada 1 Mei 2015 mendapat kabar adanya kecelakaan di daerah Gading, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Setelah kejadian beredar foto pria mirip Waluyo di Facebook. Untuk memastikannya akhirnya keluarga mendatangi Rumah Sakit Nurrohmah, Wonosari, tempat Waluyo dirawat. Kala itu keluarga meyakini jiki korban adalah Waluyo. Selanjutnya, untuk penanganan lebih lanjut Waluyo dipindah ke RS Sardjito Yogyakarta.Menurutnya, Waluyo enam hari dirawat di sana sampai akhirnya menghebuskan napas terakhir. Setelah meninggal, jenazah yang diyakini Waluyo dimakamkan di tanah kelahirannya di Suren, Patalan, Jetis, Bantul.
Nasihat tukang pijat sadarkan Waluyo kembali pulang ke rumah
Waluyo mengaku malu selama tinggal di Kecamatan Kraton, Yogyakarta, tak bisa menafkahi keluarganya.
Rekomendasi