Naluri ayah Mirna yakin Jessica bunuh anaknya

Kebohongan demi kebohongan yang dilontarkan Jessica pun semakin memperkuat kecurigaan Darmawan.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Naluri ayah Mirna yakin Jessica bunuh anaknya
Ayah Mirna Salihin. ©2016 merdeka.com/muchlisa choiriah

Edi Darmawan Salihin, ayah Wayan Mirna Salihin (27) begitu yakin jika Jessica Kumala Wongso (27) benar adanya menaburkan racun sianida ke dalam es kopi Vietnam milik anaknya. Hal itu ia rasakan menurut naluri dirinya sebagai seorang ayah yang harus menghadapi kenyataan anaknya tewas dengan cara diracun.Berawal azas praduga tak bersalah hingga akhirnya ia melakukan kasak kusuk mencari informasi mengenai Jessica, Darmawan pun mendapatkan beberapa temuan fakta yang mencengangkan. Temuan-temuan tersebut ia beberkan dalam suatu program Indonesia Lawyer Club (ILC) di tvOne beberapa hari lalu. Darmawan pun menceritakan awal mula ia bertemu dengan Jessica hingga akhirnya yakin, jika teman Mirna semasa kuliah di Billy Blue Colege, Australia inilah yang menghabisi nyawa anaknya. Ketika Mirna sudah tidak bernyawa, Darmawan mengaku sangat terpukul. Dia yakin hari itu putrinya tengah dalam keadaan sehat. Dalam keadaan yang tengah terpukul, tiba-tiba datang seorang perempuan bernama Jessica. Menurut Darmawan, kala itu Jessica dalam keadaan tenang menghampiri mayat Mirna.Menurut Darmawan, Jessica bahkan sempat memuji Mirna. "Om Mirna meninggal ya, cantik ya Mirna." kata Darmawan menirukan Jessica."Kamu siapa?" tanya Darmawan."Saya Jessica." ujar dia menirukan lagi.Di situlah Darmawan dan Jessica bertemu. Dia akhirnya menanyakan kondisi sebenarnya kepada Jessica, terutama bagaimana Mirna akhirnya meninggal usai meminum kopi.

"Anak saya meninggal minum apa?" tanya Darmawa kepada Jessica.Kondisi mayat Mirna sudah terbujur kaku. Namun, Darmawan merasa ada keanehan di bagian bibir putrinya. Kondisi itu membuat dia curiga dan menyuruh kerabatnya membeli minuman serupa seperti putrinya minum sebelum tewas."Ini yang terjadi. Anak saya mulutnya hitam. Mantu saya agak bule turunan Jerman saya suruh beli lagi sama yang diminum Mirna dan Jessica," ujarnya.Setelah lebih kurang 15 menit, minuman itu datang. Darmawan dan Jessica sempat mencicipi es kopi Vietnam itu. Tidak ada kejanggalan apapun usai meminum kopi itu. Tentu saja ini membuat Darmawan makin yakin bahwa putrinya meninggal tidak wajar."Ini kenapa ya? Saya tanya Jessica kaya orang panik. Ini kejadian sebenarnya sumpah," terang Darmawan.Kemudian, Darmawan menangkap sinyal kebohongan yang dilontarkan Jessica, dimana ia mengaku memesan air mineral saat pertemuan dengan Mirna dan Hani. "Dia bohong sama saya, dia bilang cuma pesan air putih, nyatanya dia pesan coctail," tegas Darmawan.

Ia juga menyangsikan pernyataan Jessica tak minum kopi Mirna karena sedang sakit maag. Berbeda dengan Hani yang sempat mencicipi kopi beracun itu. "Katanya sakit maag, kok minum cocktail yang ada alkoholnya?" tanyanya.Kebohongan Jessica lainnya yang dibeberkan Darmawan yakni terkait perbuatan Hani yang ia sebut ikut meminum es kopi Vietnam milik Mirna pasca melihat kondisi Mirna yang kejang-kejang.Kepada Darmawan, Hani mengaku tak enak pada Jessica sehingga tak mengatakan yang sebenarnya. Namun Darmawan coba meyakinkan bahwa Hani harus jujur. Hani kemudian janji akan jujur pada pemeriksaan berikutnya."Dia sebut waktu bikin BAP tambahan, jadi singkat cerita dia enggak enak, kalau dipanggil lagi saya cerita, saya ngaku, saya sebetulnya enggak enak, saya coba sampai di lidah, pake sedotan. Saya lihat Mirna kelepek-kelepek, saya takut dong pak, saya lepas," lanjut Darmawan.Kemudian Hani mengakui kopi itu rasanya pahit dan warnanya tak hitam seperti kopi pada umumnya. "Saya bilang warna hitam enggak seperti kopi susu, enggak om kaya kunyit dia bilang, yakin kamu, yakin," ucapnya.Darmawan menceritakan, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti juga penasaran dengan warna es kopi Vietnam yang dicampur sianida. Krishna meminta barista di Olivier Cafe membuat dua kopi, di mana satu gelas dicampur dengan sianida. Terbukti, kata dia, es kopi yang dicampur sianida berwarna kuning seperti kunyit.

Kebohongan demi kebohongan yang dilontarkan Jessica pun semakin memperkuat kecurigaan Darmawan jika memang perempuan berusia 27 tahun itulah yang menabur racun sianida ke minuman Mirna. Untuk memperkuat keyakinannya, Darmawan pun meminta kepada penyidik untuk melihat rekaman CCTV yang terpasang di Kafe Olivier, Grand Indonesia Mal, Jakarta Pusat.Dalam rekaman CCTV yang dilihatnya, terlihat jelas semua gerak gerik Jessica sejak datang ke kafe ini hingga akhirnya Mirna dan Hany datang. Setibanya kafe itu, Jessica masuk dengan tenang dan bertanya pada seorang manager kafe bernama Devi di mana tempat duduk yang kosong."Dia ditunjukkan oleh Devi itu kosong, itu masih kosong. Tapi dia lihat-lihat ke atas," ungkap Darmawan.Jessica kemudian memilih meja yang berada paling pojok. Setelah itu, sambil menenteng sejumlah paperbag, Jessica berjalan ke meja yang dipilihnya."Kemudian dia taruh dulu (paperbag) awalnya dibuat satu tempat, ini gestur ya, kemudian tek..tek..tek (peragakan paperbag diletakkan terpisah). Terus dia jalan muter ke kasir, jalan ke kanan, dia bayar ke kasir, dikembaliin diambil kembalinya, dia ke bagian pemesanan," jelasnya,"Cepat ya saya pesan ini-ini ini, tunggu bu banyak yg lain, saya banyak klien, kopi ada 10, jadi tunggu ibu," ucapnya menirukan perbincangan Jessica dan barista bernama Rangga. Rangga sebelumnya juga sudah dicecar Darmawan.

Setelah itu, Jessica kembali ke mejanya. Keanehan yang dilihat, Jessica melihat arah yang lain untuk menuju ke mejanya."Sambil bawa tas, berhenti jalan lihat-lihat, kemudian jalan lagi, lihat lagi, muter, dia muter dengan tujuan lihat CCTV," tegasnya."Kenapa saya katakan begitu, setelah dia duduk, tas masih di situ paperbag-nya di situ. Setelah itu, kemudian enggak lama datanglah si kopi, sampe ni kopi," bebernya.Saat kopi tiba, kata Darmawan, dalam rekaman itu terlihat Jessica masih tak berbuat apa-apa. Hanya saja, Jessica terus saja celingak-celinguk ke kiri kanan. "Dia belum berani itu. Ini yang saya lihat ni, setelah lihat kiri kanan, dia berhenti sebentar, sabar dia ni. Kemudian datanglah si koktail dua, ditaruh, sini-sini katanya, dia mengubah begitu, ini (kopi) tetap di tengah, kemudian paperbag ini dia susun, diangkat sedikit, kurang (masih terpantau CCTV) lagi dia pikir, diambil tasnya, taruh lagi di sini," katanya."Maksud saya dia berbohong pada saat di wawancara TVOne, dia bilang kopi datang setelah ini (paperbag) di bawah, salah! Paperbag sudah di-set, kopi masih di tengah itu, dia tutup makanya tidak ada alibi untuk menyatakan seperti dia (Mirna) mati tidak diracun," katanya.Tak lama kemudian, Jessica menyenderkan badannya di kursi. "Jadi itu kantong kenapa dibuang, itu dia gatel, itu saya minta polwan periksa, itu pasti dibuang karena itu (sianida), bukan karena pembantu bilang robek," jelasnya.Darmawan menduga hal tak beres dilakukan Jessica pada minuman Mirna saat kopi tertutup paperbag. Dugaannya makin kuat karena mendadak paperbag dipindahkan ke belakang.

"Jadi mungkin setelah dituang, baru itu (paperbag) dia ambil dipindah ke belakang, kemudian dia pindah tempat duduk seperti atur posisi, setelah 40 sekian menit," jelasnya.Setelah itu, tambahnya, Mirna dan Hani datang. Saat tiba dan duduk di kursi, Mirna sempat bertanya apakah kopi yang ada di hadapannya adalah untuknya. "Dia aduk-aduk dia seruput, ih ini apaan in, its a bad, loh cium deh Jes, lo beli apa, iya gak tahu ini (kata jessica), Han lo coba deh, Hani coba, nah Hani dikatakan minum seruput, itu bohong," pungkasnya.Darmawan mengaku jika dirinya masih memiliki beberapa temuan yang bakal membuat Jessica tak bisa lagi berkutik dan berdalih dengan membuat alibi. Namun, hal itu akan ia ungkapkan di persidangan nanti.

Rekomendasi