Musim hujan stok turun 20 persen, DKI Jakarta impor ikan laut

Kapal kecil tidak bisa melaut karena gelombang yang tinggi.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Musim hujan stok turun 20 persen, DKI Jakarta impor ikan laut
pasar ikan . ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Musim penghujan menyebabkan ketersediaan ikan di Jakarta berkurang 20 persen. Salah satu penyebabnya adalah gelombang tinggi. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini akan berlangsung hingga akhir Maret.Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Darjamuni mengatakan, DKI Jakarta membutuhkan sekitar 400 ton ikan setiap harinya. Dan selama musim penghujan hanya sekitar 300 ton per hari. Ini disebabkan karena kapal kecil tidak dapat melaut."Saya kemarin dapat laporan dari kelautan masih mengalami penurunan. Berkurang sekitar 20 persen," jelas Darjamuni saat dihubungi, Senin (23/2).Jika prediksi BMKG benar, maka pasokan ikan baru dapat normal pada akhir Maret. Untuk memenuhi kebutuhan ikan laut sementara maka Pemprov DKI Jakarta akan impor."Awalnya kami mau minta stok dari luar daerah, tapi kondisinya sama saja. Akhirnya kami lari ke impor. Kami sebetulnya targetnya menekan angka impor. Tapi bagaimana karena tidak ada suplai kebutuhan," tutup Darjamuni.

Rekomendasi