Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

MUI akan Lebih Teliti Usai Anggota Komisi Fatwa Ditangkap Densus 88 Terkait Terorisme

MUI akan Lebih Teliti Usai Anggota Komisi Fatwa Ditangkap Densus 88 Terkait Terorisme Gedung MUI. ©2021 Google maps

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan internal lembaganya tetap solid menyikapi penangkapan salah satu pengurus fatwa MUI, Ahmad Zain An-Najah terkait kasus terorisme oleh Densus 88. Penangkapan Zain menjadi introspeksi bagi MUI agar lebih teliti ke depan dalam menjaga marwah majelis para ulama.

"Secara umum di internal MUI tidak ada keguncangan dan sudah berjalan normal. Kita lebih berhati-hati, lebih teliti, dan sebagainya untuk menjaga marwah daripada majelis para ulama," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Senin (22/11).

Miftachul menegaskan bahwa MUI telah bulat menganggap tindakan terorisme merupakan hal yang haram. Hal itu sudah lama dipertegas dalam bentuk sebuah fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2004.

"Jadi kalau mereka menganggap itu mati syahid surga justru itu sebetulnya bukan mati syahid, mati sangit (gosong) kata orang-orang itu," ujar dia.

Miftachul melanjutkan sikap MUI tersebut merupakan refleksi pendapat ulama di Indonesia. Sehingga sikap MUI itu menjadi kebijakan baik dirasakan oleh seluruh umat di Indonesia.

"MUI adalah cerminan daripada gerak para ulama yang seharusnya ikut bersama-sama membangun, menjadikan negara kita anugerah yang besar ini menjadi tentram, tenang, dan sejahtera," kata dia.

Miftachul beserta rombongan hari ini menghadap ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD guna mengklarifikasi seputar riuh di tengah khalayak menyangkut lembaganya menyusul penangkapan salah satu anggotanya yang diduga terlibat dalam terorisme.

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada pemerintah pada hari ini kita bisa tatap muka membahas masalah bangsa bagaimana bisa ketertiban, kesejahteraan, ketenangan hidup ini bisa terus terpelihara," kata Miftachul.

Reporter: Yopi Makdori

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP