Motoris kapal karam di laut Malaysia serahkan diri, 2 masih hilang

Koordinasi intensif pemerintah RI dan Malaysia terjalin intensif. Sekira pukul 15.30 WITA sore kemarin, Mansur Umar (25), datang melapor ke kepolisian Malaysia, bahwa dia menjadi salah seorang korban selamat.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Motoris kapal karam di laut Malaysia serahkan diri, 2 masih hilang
Pencarian motoris kapal karam di laut Malaysia. ©2017 Merdeka.com/Nur Aditya

Ardinsyah bin Abbas, motoris kapal cepat (speedboat) karam di perairan Batu Payung, Sabah, Malaysia, menyerahkan diri ke kepolisian Malaysia, Jumat (10/2) kemarin. Sementara, seorang lagi penumpang selamat dari warga Malaysia, juga telah melaporkan diri ke kepolisian setempat. Total 13 orang ditemukan dan kini, menyisakan 2 orang lagi dalam pencarian tim SAR.Koordinasi intensif pemerintah RI dan Malaysia terjalin intensif. Sekira pukul 15.30 WITA sore kemarin, Mansur Umar (25), datang melapor ke kepolisian Malaysia, bahwa dia menjadi salah seorang korban selamat."Mansur datang melapor ke posko Crisis Center di Tawau. Ya, dia adalah salah satu penumpang selamat dari insiden kapal speedboat itu," kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Mujiono, seperti disampaikan Kasi Operasi Octavianto, Jumat (10/2) malam.Sementara Ardinsyah, juragan kapal sekaligus motoris sebelumnya diburu polisi Malaysia, juga datang menyerahkan diri ke kepolisian setempat. "Infomasi kita peroleh dari Konjen RI di Tawau, Ardinsyah selamat dari peristiwa itu dan sempat melarikan diri," ujar Octavianto."Dengan demikian, ada empat total korban selamat ya. Dua lainnya kan pasangan suami istri Budiaman usia 26 tahun asal Mandar Sulawesi Barat, dan Hasmidah 24 tahun asal Bulukumba Sulsel," tambahnya.Sebagian korban yang ditemukan tim SAR Malaysia di wilayah Malaysia, masih berada di Tawau Hospital, untuk keperluan identifikasi. "Berdasarkan pengalaman sebelumnya untuk penanganan korban antarnegara, prosedur pengembalian korban berdomisili di Indonesia perlu proses 2x24 jam sejak korban ditemukan," sebut Octavianto."Jumlah keseluruhan korban yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR kedua negara, Indonesia dan Malaysia, berjumlah 13 orang dari total penumpang 15 orang. Kemungkinan tersisa 2 orang lagi yang belum ditemukan," demikian Octavianto.Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi Rabu (8/2) lalu. Sebuah kapal speedboat, yang berangkat dari Tinagat Tawau di Malaysia sekira pukul 17.15 WITA menuju Sungai Nyamuk di Sebatik Indonesia bermuatan 15 orang penumpang WNI, terbalik dan karam di perairan antara Batu Payung Malaysia dengan Sungai Melayu di Indonesia, sekira pukul 17.35 WITA, usai dihantam gelombang tinggi.

Rekomendasi