Mobil tertabrak kereta, Kepala Ombudsman Jateng meninggal di tempat

Sopir tidak menyadari ada kereta akan lewat, saat melintasi perlintasan jalur ganda.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Mobil tertabrak kereta, Kepala Ombudsman Jateng meninggal di tempat
KA Maharani hantam Innova. ©2016 merdeka.com/parwito

Kepala Ombudsman Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Zaid Kamis, meninggal saat mobil Toyota Kijang New Innova ditumpanginya dihantam Kereta Api (KA) Maharani jurusan Surabaya. Insiden itu terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Brumbung-Alastuo KM 13+2/3, Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.Manajer Humas PT. KAI Daops IV Semarang, Krisbiyantoro, saat dikonfirmasi merdeka.com mengungkapkan, kecelakaan bermula sekitar pukul 12.12 WIB. Mobil Kijang New Innova bernopol H 8985 YW disopiri Ahmad Zaid hendak melintas perlintasan KA tanpa palang pintu itu. Mobil dari arah Selatan menuju ke Utara.Ahmad Zaid tidak menyadari ada KA Maharani jurusan Semarang ke Surabaya melintas cepat dari arah Timur ke Barat. Saat itu ada empat orang di dalam mobil."Kereta Api tersebut berangkat dari Stasiun Tawang Semarang menuju ke Surabaya sekitar pukul 11.55 WIB. Akibat tabrakan tersebut, satu orang meninggal yaitu Kepala Ombudsman Jateng dan tiga penumpang lainya mengalami luka ringan," ungkap Krisbiyantoro, Kamis (11/8).Akibat kecelakaan itu, Ahmad Zaid meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kerasnya suara akibat kecelakaan itu mengakibatkan ratusan warga sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian, dan berkerumun. Mobil nahas itu ringsek pada bagian depan."Jenazah Pak Ahmad Zaid dan tiga orang korban lainnya yang mengalami luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen," ujar Krisbiyantoro.Krisbiyantoro menjelaskan, sepanjang rel KA di sekitar Stasiun Brumbung, Mranggen terdapat dua pelintasan rel KA yang tidak dilengkapi oleh palang pintu."Pelintasan tanpa palang pintu yang pertama tempat kejadian ditabraknya mobil Kijang New Innova yang menewaskan Pak Ahmad Zaid. Kemudian perlintasan palang pintu kedua berada di sebelah baratnya," ujar Krisbiyantoro.Krisbiyantoro menambahkan, biasanya perlintasan sebidang tanpa palang pintu itu dijaga oleh warga sekitar. Namun, saat terjadinya kecelakaan, tidak ada warga menjaga perlintasan rel ganda itu.

Rekomendasi