Miliaran rupiah uang calon jamaah umroh PT Ustamaniyah Hannien Tour terancam hangus. Pasalnya, uang tersebut telah digunakan sebagai uang muka pembelian sejumlah rumah, rumah toko (ruko), kendaraan operasional dan lainnya atas nama Hannien Tour maupun atas nama pribadi Direktur Utama Farid Rosyidin.
Kasatreskrim Polresta Surakarta mengatakan, sejumlah aset milik Hannien Tour antara lain uang sebesar Rp 5 miliar yang sudah dibayarkan ke salah satu maskapai penerbangan nasional. Kemudian 4 rumah dan 4 ruko di Bogor, 6 mobil operasional, sebuah sepeda motor Ducati senilai Rp 100 juta rupiah, serta aset berupa perlengkapan lainnya.
"Untuk aset di maskapai kata tersangka sebesar Rp 5 miliar. Tapi kan bisa hangus juga. Untuk rumah itu satunya uang mukanya Rp 100 juta, sekarang ini sudah take over, jadi tidak bisa kita sita. Untuk mobil juga sama, semua cuma uang muka dan sudah diambil karena nunggak angsuran. Semua sudah take over ke pemilik lain," katanya.
Agus mengemukakan, pihaknya masih mengusut kemungkinan adanya aset lain. Penyidik juga akan memintai keterangan pihak maskapai dalam waktu dekat.
Terkait peran keempat tersangka, Agus menerangkan jika otak dari keseluruhan kasus tersebut adalah Direktur Utama Farid Rosyidin. Sedangkan ketiga tersangka lainnya hanya jabatan simbolis saja. Sementara untuk kemungkinan adanya tersangka baru, Agus masih enggan mengatakannya.
"Otak utamanya ya Farid ini, direktur yang lain ini hanya simbolis saja," ungkapnya.